Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Test Book

Test Book

Penapika12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as unremarkable
Read
+Library
REUNI

REUNI

Sekilas namun sanggup membuat senyumku terus terulas. Kembali aku menerima notif pesan masuk. Lagi-lagi dari Tama. Tama : Have nice dream, I love you. Pesannya norak. Aku ingin tertawa namun hanya kekehan kecil yang meluncur. Tama sudah seperti ABG yang baru kasmaran. Aku nggak mungkin membalasnya dengan "I love you too." Seumur-umur aku nggak pernah melakukan chat yang menggelikan itu. Dan, semoga Tama nggak mengharap aku membalas demikian.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 383 Times as unremarkable
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) POV Aarav "Apa, Yah? Ayah mau melamar Siti untuk Aarav? Tidak mungkin." "Kenapa tidak mungkin, Rav? Ayah hanya ingin kamu mendapat pendamping yang tepat." "Bukannya Ayah yang suka sama Siti, karena wajahnya mirip Mama."
108.7K viewsCompletedAdded to Library 311 Times as unremarkable
Read
+Library
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Hanya saja, di rumah sebesar ini, Adam justru merasa masih ada sesuatu yang kurang. "Nak, kamu kenapa? Pagi-pagi sudah melamun? Mana ada anak gadis orang yang suka sama pemuda yang suka melamun." Canda Halimah ketika melihat Adam sedang termenung sambil melihat ke luar jendela kamarnya. "Hmn, gak apa-apa, ma. Adam hanya sedikit jenuh saja, karena belum ada kegiatan." Jawab Adam sekenanya. "Kamu ini!" Halimah mengusap lembut kepala Adam.
9.1171.3K viewsOngoingAdded to Library 5.7K Times as unremarkable
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Gadis tujuh belas tahun itu abnormal. ***
9.96.2K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as unremarkable
Read
+Library
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Di mana profilnya? Dia mengangkat kepalanya. "Umm ..." dia bertanya, "mengapa profil ahli bedah utama tidak ada di sini?" “Oh, itu tidak ada dalam arsip. Ahli bedah utama tidak menyukai perhatian, dan dia menolak untuk mengungkapkan terlalu banyak informasi pribadinya. Yang saya dengar hanyalah bahwa dia adalah pria yang sangat muda dengan gelar pascadoktoral dari Harvard Medical School.”
104.1K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as unremarkable
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

sahut Miko. “Gak mau. Maunya sama Regar,” Regar memalingkan wajahnya malas, “murahan,” jawab Regar spontan dengan nada meremehkan. Cowok itu sedang menahan amarahnya saat ini. Ia berusaha untuk tidak membentak Nessa walaupun ia tahu kata – katanya barusan sangat tajam. Mata Nessa membulat. Ia terkejut mendengar respon Regar. Nessa tidak menyangka Regar akan berkata sekasar itu padanya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as unremarkable
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

Bohong namanya jika ia tidak merasa terintimidasi oleh dua orang laki-laki yang memiliki persahabatan layaknya saudara tersebut. “Aku paling malas berbasa-basi, apalagi dengan orang sepertimu. Sekarang cepat katakan apa motifmu membuat rekaman video menjijikkan tersebut?!” Hans yang sejak tadi hanya menatap Helena dengan tatapan nyalang, akhirnya membuka suara. “Rekaman? Video? Video apa yang kamu maksud? Jangan asal main tuduh.” Walau penuh tekanan, tapi Helena tetap tidak meninggikan nada bicaranya. Malah ia bersikap acuh tak acuh.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 913 Times as unremarkable
Read
+Library
Unknown

Unknown

Perasaan ini hanya soal kekaguman, bukan keinginan untuk mengharapkan sebuah pengakuan. Aku mencuci tangan di wastafel, melirik ke arah kaca yang terlihat seorang masuk dan berdiri di sampingku ikut membersihkan kedua tangannya. “Mo balik kan?”tanya Radit tidak ingin membahas soal apa yang terjadi barusan. “Dit.. ini alasan kenapa gue gak pernah mau ikut acara nongkrong UKM, lu taukan temen lu ini bukan orang yang disegani, orang yang terus digunjing mah iya”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as unremarkable
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status