Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Beautiful Mistake

Beautiful Mistake

"Ya dan satu lagi aku tidak akan pernah menganggapmu ada walaupun kita berpapasan. Aku ingin kita tidak saling mengenal seperti dulu." "Ok." Renata segera pergi dari sana. Ia terlihat sangat kesal. Sementara itu Reynand hanya diam saja menatap Renata yang mulai menghilang di balik pintu. "Itu Renata kan? kalian ada masalah apa?" Tanya Dean salah satu teman Reynand. Ia terlihat bingung dengan situasi barusan. "Tidak ada, tadi siapa katamu?" "Renata, Dia anak design beda 2 angkatan dengan kita. Dia cukup terkenal karena pintar dan selalu mendapatkan beasiswa.”
106.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as untuk rena
Read
+Library
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as untuk rena
Read
+Library
Pengantinku Ternyata Kaya Raya

Pengantinku Ternyata Kaya Raya

Mereka memandangnya dengan menyipitkan mata, "Gadis kecil, sendirian saja ya, apakah kamu ingin kami bermain denganmu?" Rena adalah putri dari keluarga Hananta. Dia telah terlindungi dengan baik sejak dia masih kecil. Dia tidak pernah menghadapi bahaya seperti ini dan wajahnya memucat ketakutan, "Siapa kalian, aku tidak ingin kamu bermain denganmu, pergi. Tolong!" Rena punya sopir pribadi. Sopir itu melihat Rena dalam bahaya dan berlari, "Hei, kamu! lepaskan wanita itu."
8.77.6K viewsOngoingAdded to Library 273 Times as untuk rena
Read
+Library
SORRY MY HUSBAND

SORRY MY HUSBAND

katanya lagi. "Aku Renata. Panggila saja Rena." Setelah menyebut nama, tak ada lagi kalimat yang diucapkan Rena. Dia sibuk dengan pikirannya sendiri. Meskipun ragu dengan apa yang akan dia lakukan sebentar lagi, Rena harus melakukannya agar rumah tangga dia cepat hancur dan segera bercerai dengan Jeff, lalu Evran bisa diselamatkan. "Aku harus melakukannya agar semuanya cepat berakhir," gumam Rena pelan demi meyakinkan hati dan menyemangati dirinya sendiri.
1015.8K viewsCompletedAdded to Library 347 Times as untuk rena
Read
+Library
Head Over Heels

Head Over Heels

"Tahun lalu kamu juga menolak hadir. Oh, yang dua tahun kemarin juga kamu nggak bisa hadir. Apa susahnya ikut datang bersenang-senang menikmati acara, sih, Ren? Itu saat paling bagus buat kita mencari koneksi sebanyak-banyaknya. Syukur, kalau bisa punya kesempatan naik jabatan." Rena ingin mencibir motivasi yang ada di pikiran gadis di depannya. Sangat omong kosong sekali kalau seorang Nirmala Rahayu datang ke acara sebesar perayaan ulang tahun perusahaan dengan niat sedangkal itu. Ibarat ada udang di balik bakwan, Rena bisa menduga bahwa ia justru punya agenda lain mengincar pria-pria potensial untuk dijadikan target pacar idealnya. Syukur-syukur kalau nanti dapat diajak serius ke pelaminan
109.9K viewsOngoingAdded to Library 307 Times as untuk rena
Read
+Library
30 Days Girlfriend

30 Days Girlfriend

Leny: Gue cuma nyiram dia pake air dingin Leny: Bukan air keras! Leny: Ya kalo kehidupannya sekarang sih gitu lah, kayak udah nggak ada semangat hidup Leny: Biar tau rasa Leny: Kenapa sih lo masih nginget dia Leny: Move on girl! Naren mengatur debaran jantungnya. Itu benar-benar pesan dari Rhea, dan Rhea masih menanyakan keadaannya. "Ren, buruan salin nomornya."
1037.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as untuk rena
Read
+Library
Selingkuh di Dunia Maya

Selingkuh di Dunia Maya

seru Rena saat pintu mobil di buka oleh Weni. Rena melepaskan pegangan tangannya dari Ghana dan berlari sekuat mungkin menuju tempat Weni berdiri. Dengan sigap Weni merentangkan tangannya dan menyambut pelukan Rena, Ghana dan Bianca yang melihatnya tersenyum satu sama lain. “Rena main apa saja dengan Om?” tanya Weni melihat wajah antusias Rena yang biasanya akan keluar saat ia merasa senang. “Lena main ayunan, bola, sama balon,” tutur Rena sesekali terhenti seperti mencoba mengingat apa yang tengah di lakukannya tadi.
108.3K viewsOngoingAdded to Library 322 Times as untuk rena
Read
+Library
JERAT CINTA RENTENIR MUDA

JERAT CINTA RENTENIR MUDA

Setelah dihitung mundur sepuluh detik, mereka mengangkat kertas ke depan dada. Jawabannya sama persis! Mereka berhasil mengantongi poin pertama. "Pertanyaan kedua: Siapa yang pertama kali ngajak kenalan?" Uri menulis “Gugun”, sementara Gugun malah menulis nama sang istri. Peserta lainnya jadi tertawa meledek. “Mana ada, Aa? Kamu yang minta nomor HP aku duluan!” bantar Uri. “Hayoo … siapa tuh yang diajak kenalan duluan?” Sora ikut mengompori.
1.2K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as untuk rena
Read
+Library
Anak Kembar Sang Presdir

Anak Kembar Sang Presdir

Dia lebih mencemaskan kondisi kandungannya. “Bu Rena. Kapan mau ngajar Juli main biola lagi?” Juli menyela pembicaraan Elang dan Renata. Renata menoleh ke Juli, kemudian mengusap rambut gadis kecil itu. “Bu Rena sedang istirahat karena hamil, jadi tidak bisa mengajar,” jawab Renata sambil mengulas senyum. Juli terlihat kecewa mendengar jawaban Renata. Dia sudah berharap banyak Renata mau mengajar lagi.
1099.1K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as untuk rena
Read
+Library
Neraka untuk Maduku

Neraka untuk Maduku

Aku menahan senyumku, yang Kak Lia ceritakan juga restoku sendiri. "Rena, nggak dicariin keluarganya sampai selarut ini?" tanya Bunda Kelvin kemudian. "Rena, tinggal di kost Bund, eh Tante." "Anggap aja Bunda sendiri, nggak usah kaku gitu" ucap Kelvin dengan senyum lebar. "Oh, di kost. Kerja dimana?" tanya wanita itu lagi, "Atau masih kuliah?" "Rena, punya usaha sendiri, Bund."
106.5K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as untuk rena
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status