Istri Rasa Pembantu
"Aku tidak akan mengatakan ini jika kamu tidak mengabaikan aku, Hana. Beberapa hari ini kami sibuk dengan duniamu sendiri. Kamu tidak memikirkan pakaian dan makananku,"
Hana berdiri dari duduknya, menatap Kaif dengan tatapan tidak suka.
"Aku istrimu, Mas. Bukan pembantu kamu. Lagi pula di rumah ini sudah ada dua pembantu kenapa harus aku yang repot," cecar Hana, perempuan dengan rambut sebahu itu mulai menampakkan sikap aslinya.
"Apakah maksudmu dengan dua pembantu?" Suara Kaif terdengar menusuk dan dingin.