Di Bawah Jemarinya yang Panas
Dia menyuruhku berdiri menghadap cermin, dengan satu kaki, sementara dia mengangkat kakiku yang satunya lagi dan meletakkannya tinggi di atas palang.
Ini adalah posisi standar untuk latihan peregangan kaki. Namun, aku belum pernah dibantu oleh seorang pria dengan cara seperti ini.
Kakiku terangkat sangat tinggi, nyaris setinggi pinggang.
Posisi ini memperlihatkan tubuhku padanya tanpa ragu, terutama area misterius di antara kedua kakiku. Karena gerakan mengangkat kaki, pakaian latihanku menjadi makin ketat, menciptakan lekukan yang jelas dan memalukan.