Gadis Desa Itu Istri CEO
“Kita sudah menentukan kapan waktu yang paling aman untuk bertindak, bagaimana cara masuk tanpa dicurigai, hingga bagaimana caranya agar tidak ada satu pun orang yang curiga. Semuanya sudah tertata rapi, tinggal menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan serangan terakhir.”
Felly memejamkan matanya sejenak, membayangkan pemandangan di mana Laras berdiri di hadapan ruang rapat yang penuh sesak, gemetar, bingung, dan tak mampu menjelaskan apa pun karena berkas-berkasnya sudah hilang atau berubah menjadi kekacauan. Bayangan itu terasa begitu manis baginya, seolah menjadi balasan yang paling pantas atas semua rasa cemburu dan rasa sakit yang ia rasakan selama ini. “Bagus… sungguh rencana yang se
Bab Populer