Hajatan Tetangga
Kutekan klakson panjang dan berulang-ulang, Bu Bondan tampak makin kesal, dia menghentakkan kakinya ke tanah seperti anak kecil yang merajuk.
"Ih, Mamah, apaan, sih?" kata suami seraya menepis tanganku.
"Maafkan istri sumbu pendek ini, Pah," kataku seraya mengelus dagu suami.
Kulihat Bu Irma tersenyum melambai, sedangkan Bu Bondan akhirnya terduduk dengan kaki masih menerjang-nerjang, persis anak kecil minta permen.
Jahatnya diri ini, aku malah tersenyum puas melihat Bu Bondan, apakah aku tak lulus diuji dengan kekayaan?