Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
EVANESCENT

EVANESCENT

kata Naras dengan santai. “Haishh. Untung sayang. Jangan kemana-mana, aku otw.” Setelah panggilan dari Livya berakhir, Naras kembali menikmati secangkir cappucino yang ia pesan sembari menatap pejalan kaki yang lalu lalang di trotoar. Tiba-tiba tubuhnya membeku dan gerakannya terhenti. Ia melihat sesosok laki-laki dengan jas hitam sedang tersenyum pada nenek penjual buah di seberang. Tak lama kemudian laki-laki itu masuk ke dalam mobil sport berwarna silver dan pergi.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Evanescent

Evanescent

Pria itu mengumpat karena sepeda motor yang ia kendarai tiba-tiba berhenti dan sulit untuk dinyalakan kembali. Pria itu terpaksa meninggalkan benda yang sudah tidak berguna lagi untuk saat ini, ia berlari ke dataran yang lebih tinggi di mana terlihat ada beberapa pohon tumbang di sana. Mata tajam Garrand menyisir semua bagian di sekelilingnya berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Sarra. "Arghh!!" geraman tertahan terdengar katika Garrand merasa kesal, dia marah pada dirinya sendiri, sudah sedikit lama dan ia tidak menemukan wanita keras kepala bernama Sarra Bellou.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

Di dalamnya hanya ada selembar kartu ucapan dengan tulisan tangan yang indah: "Bunga mawar tidak akan mekar di tanah yang penuh abu. Haris sedang menunggumu di pesta tahunan yayasan besok malam. Datanglah, atau Arkan yang akan membayar hutang ayahmu." Gia meremas kertas itu. Ancaman terhadap Arkan adalah garis batas yang tidak boleh dilanggar. Ia tahu Haris sedang memancingnya keluar dari benteng Mahendra.
893 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!

kata Rosemary. “Sayang sekali.” Vane menatapnya dengan senyum yang tidak berubah. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya—selembar kertas kecil, dilipat sekali—dan meletakkannya di atas meja di antara mereka. “Aku melihat kalian bertiga. Di Toko Kertas dan Tinta.” Tidak ada yang bergerak.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as vanitas no carte
Show Reviews (11)
Read
+Library
Luna Maji
Hai kakak kakak Luna disini. Makasih banyak buat yang setia menemani Rosemary sampai sejauh ini 🤍 Senang banget bisa berbagi cerita sama kakak. Kalau berkenan, Luna juga punya cerita baru berjudul Nona Hart, Tuan Earl Tak Mau Kau Pergi. Semoga kakak mau kenalan juga dengan mereka (⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~
Ryani
maaf thor. sempet negatif thinking.. hehe. . kebiasaan sblm baca sinopsisnya, liat gambarnya dl, tk kirain ini laki sm laki.. hehehe... masuk pustakan dl ya thor... baca kalau sdh bnyak bab nya... sering tdk sabar kl msh ongoing hrus nunggu update babnya
Read All Reviews
GEOVANE

GEOVANE

Jelas pemilik nomor tersebut adalah orang yang menjadi kepercayaan atau tangan kanan Geovane, dan Shafita sama sekali tidak tertarik dengan isi pesannya yang sudah dapat dipastikan akan sangat membosankan untuk dibaca. Shafita lebih tertarik pada kontak yang berada di urutan ke-dua, itu adalah adik dari Justin yang tak lain adalah Jesslyn. Shafita langsung saja membuka percakapan mereka. Di urutan pesan paling akhir, ada tiga foto yang dikirim Jesslyn tetapi tidak diunduh oleh Geovane. Karena penasaran, akhirnya Shafita mengunduh tiga foto tersebut. Dan terpampang jelaslah jika foto yang dikirimkan oleh Jesslyn adalah fotonya bersama dengan Geovane.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Kubayar Hutangmu Dengan Tubuhku

Aku menariknya keluar. Sebuah kartu hitam berat terbuat dari titanium. The Centurion Card dari American Express. Tanpa limit. Di baliknya, tertempel sebuah sticky note kuning dengan tulisan tangan tegak bersambung yang maskulin: *'Untuk galeri impianmu. Jangan biarkan dia mematikan warnamu lagi. C'* Tangisku pecah di kursi belakang mobil mewah itu. Aku mendekap kartu itu di dada.
760 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Menantu Konglomerat

Menantu Konglomerat

jawab Raul. Vincent membolak-balik kartu itu. Warna dominannya hitam pekat, dan di salah satu sisinya ada ukiran seekor naga berwarna emas. ‘Apalagi ini?’ pikirnya. Jika benar itu prank, Vincent salut sebab tampaknya perempuan di hadapannya ini sudah menyiapkan segalanya dengan baik. Bahkan dia dan timnya sudah mencetak sebuah kartu yang terlihat sangat berkelas dan elegan itu!
1.8K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as vanitas no carte
Read
+Library
VENDETTA

VENDETTA

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ Menolak untuk memanaskan matanya lebih lama, Nayaka memilih berbalik arah dan berjalan cepat menuju parkiran. ‘Mereka keluar tanpa membawa anak-anak, membuat suasana belanja itu murni terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati waktu berdua.’ Kini, Nayaka hanya bisa duduk termenung di belakang setir mobilnya yang mati. Dia sengaja menunda rencana belanjanya dan memilih diam di dalam kabin kendaraan, semata-mata agar tidak berpapasan langsung dengan Nadia dan teman kencannya tersebut. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
498 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as vanitas no carte
Read
+Library
Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Cinta Kita Sudah Sampai Ujung

Lucy berkata, "Tapi sepertinya ada kartunya!" "Baiklah, aku mengerti." Vanesa mendorong pintu kantornya hingga terbuka. Di atas meja kerjanya, ada seikat besar mawar berwarna biru. Vanesa berjalan mendekat, mengambil kartu, lalu membukanya. [Saat pertama bertemu, matamu berbinar bagaikan bintang. Sejak saat itu, kamu menanamkan lautan bintang di hatiku.]
9.5746.5K viewsCompletedAdded to Library 15.7K Times as vanitas no carte
Show Reviews (97)
Read
+Library
Weneedta
Hai... Mampir ke cerita aku yuk >>> "Antara Kamu dan Putraku '. Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda

Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda

lapor Victor. Nathan mengambil kartu nama itu. Rahangnya mengeras seketika saat membaca satu nama yang tercetak elegan di sana. Ia memberikan kartu itu pada Nadine tanpa sepatah kata pun. Nadine membacanya. Matanya melebar sesaat sebelum kilat amarah yang dingin membekukan raut wajahnya. "**Adrian Vance**," gumam Nadine. Jari lentiknya meremas kartu itu hingga kusut.
9.8359.3K viewsCompletedAdded to Library 9.3K Times as vanitas no carte
Show Reviews (74)
Read
+Library
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. Seru nih. Judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status