GARIS PATAH LOGIKA
Goresan pensilnya terasa lebih bebas dan lebih percaya diri dari sebelumnya.
Ezra, di sisi lain, mengeluarkan tabletnya. Tetapi ia tidak membuka spreadsheet. Ia membuka aplikasi sketsa arsitektur. Dengan konsentrasi yang dalam, ia mulai membuat sketsa sanggar itu. Ia mengukur proporsinya dengan matanya, menganalisis bagaimana strukturnya merespons angin, dan bagaimana cahaya masuk melalui jendela-jendelanya. Tapi ia juga melakukan lebih dari itu. Ia mencoba menangkap "jiwa" bangunan itu dalam garis-garisnya, sama seperti yang ia lakukan pada presentasi Wisma Ganesha. Ia tidak hanya menggambar sebuah bangunan; ia menggambar sebuah rumah, sebuah tempat perlindungan.
Hot Chapters