REVENGE: DENDAM CINTA ELAN
"Dosaku banyak Sya, harusnya hari itu dia membiarkan pisau menancap lebih dalam, menembus jantungku."
"Kakak.. Jangan bicara begitu.."
"Kamu tahu Sya, bahkan saat pisau itu mulai merobek kulitku, aku sama sekali tidak merasakan sakit, saat darahku mulai mengalir pun aku belum merasakan nyeri." Mata Elan tergenang. "Tapi saat aku melihat Dina menjatuhkan pisau karena darah mulai mengalir dari tubuhku, saat itu juga aku merasakan pedih dan nyeri sekaligus. Saat itu aku sadar, aku telah melukai seseorang yang tidak tega melukaiku.. Aku menghancurkan hidupnya.. Hiks.."
Hot Chapters