Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dendam yang Munafik

Pembalasan Dendam yang Munafik

"Gilbert, apa menurutmu aku melakukan hal yang benar?" Dia menatapku lama sekali, lalu baru mengangguk kecil dan tersenyum. "Benar, dengan begitu mereka nggak akan hidup di dunia ini dengan tenang." "Tapi ... kasihan Melisha. Dia pasti kecewa sudah dibunuh oleh orangtuanya sendiri. Apa menurutmu dia akan menyalahkan aku?" Aku melihat matahari terbenam di kejauhan. "Nggak, kamu sudah melakukan yang terbaik."
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
MASK-UP : Revenge for My Twin

MASK-UP : Revenge for My Twin

Betty, anggota Revenge Squad yang paling dewasa mendekatinya dan mencoba menenangkannya. "Memangnya, aku dan Bethany sangat terlihat jelas perbedaannya?" tanya Bella dengan sedikit sedih. "Bethany, dia memiliki aura yang sangat kuat dan seperti sulit didekati. Entah kenapa Vallery lebih cocok dengannya. Sedangkan kau, lebih mirip sepertinya. Penuh senyum dan bercahaya," ucap Betty sambil menepuk-nepuk pelan punggungnya.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai better than revenge
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
ida Sari
cerita yg sangat menarik buat jd teman di kalah santai nih , banyak teka teki yg harus Bethany pecah kan dalam mengungkap kebenaran tentang kemana menghilang nya kembaran nya,,dengan cara menjadi Bella ,dia ingin mengetahui di mana keberadaan Bella,akan kah Bethany menemukan di mana Bella,.
Indry Irmayanti
novel ini sangat mnarik, sprtiny akn ad misteri besar yg hrs dpecahkan ttg hilangnya Bella kmbaran Bethany. aknkah ad bnyk plotwist d cerita ini. aku jg penasaran. slain mnarik jg tdk akn bikin bosan krn alurnya yg jelas dn isi cerita yg tdk bertele-tele. pnulisan cerita sangat rapi dn tdk ad typo
Baca Semua Ulasan
Revenge In Love

Revenge In Love

Vale mengangguk, “Okay, gue ngerti! Tapi ayolah ini semua udah gue rencanain mateng-mateng. Ibaratnya gini ya, anggap aja kayak lo harus ikhlas memotong dahan pohon buat bikin api unggun. Ya memang pohonnya bakal berkurang tapi di sisi lain lo juga bakal dapet kehantan. “Tapi ini nyawa Vale, nyawa sama Dahan pohon beda jauh. “Lo gila!” Vale mendengus, secara reflek dia langsung memukul kepala Vincent merasa gemas. “Maksud gue bukan kayak gitu, tapi yaudahlah udah susah ngomong sama orang kudet kayak lo. Yang penting gue nggak papa, lagipula gue udah putusin semuanya. Gue udah nata rencana ini mateng-mateng. Dan gue berhasil.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
Revenge

Revenge

"Mana kehebatanmu? Sekarang kamu lebih hina dari anj*ng! Merengek-rengek minta ampun! Sudah kubilang padamu kalau aku tidaak akan membunuhmu! masih tidak mengerti?" "Terima kasih, Nona Hantu! Aku janji akan berbuat baik kalau diampuni! Aku juga menyesal telah melakukan perbuatan biadab sama Nona Hantu!" ujar Walter. "Bagus kamu tahu perbuatanmu yang biadab itu! Sevenarnya aku hendak menjebloskanmu ke penjara biar kamu merasakan hinanya dirimu di tengah penghuni penjara yang akan menganggapmu sebagai pria cantik!"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

“Jangan pernah mau kalah. Sekali kamu kalah, kamu akan kehilangan segalanya. Lawan rasa itu dan rasakan sensasi setelahnya.” “Kamu pernah sepertiku juga?” Andini mengurutkan keningnya. Jawaban-jawaban yang diberikan Liam nampak memberikan tanda kalau ia pernah melalui hal serupa. “Pengalaman adalah guru yang terbaik,” jawab Liam sambil tersenyum.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
Revenge and Love

Revenge and Love

tanya Narendra. “Nggak papa, aku cuma ingin tau kebaikan hati kamu. Kamu sangat baik. Orang yang melecehkan seorang gadis memang harus diberikan pelajaran sampai dia nggak berani lagi melecehkan seorang gadis,” ucap Natasya, lalu tersenyum. “Iya, orang seperti itu nggak pantas dapatkan ampunan,” ucap Narendra. Kamu bicara tentang diri kamu sendiri. Dasar laki-laki munafik, batin Natasya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
Behind The Beast

Behind The Beast

Melihat Vander dengan semangat dendamnya, Billy hanya bisa menepuk bahu pemuda itu dengan pelan dan berkata,"The best revenge is no revenge. Just forget they exist." To Be Continued... 🌸🌸🌸🌸🌸
1016.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 554 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
REVENGE: DENDAM CINTA ELAN

REVENGE: DENDAM CINTA ELAN

"Hubungan ini sudah sangat menyakitiku. Bukan hal mudah melupakan semua perbuatan bejatmu padaku. Caramu merendahkanku, menginjak harga diriku, semua membuatku sulit memaafkanmu." "Semalaman ki.." Sanggahan Elan tersambar. "Semalam itu hanya having sex. Aku tidak merasa itu bercinta. Bedakan itu! Dulu aku membencimu, lalu mencintaimu, dan kini lebih dari sekedar membenci. Entah apa itu namanya, tapi aku semakin banyak membencimu. Sampai aku tidak bisa mengukur kebencianku." Keduanya terdiam seraya memfokuskan mata di area yang saling bertentangan. Ini menyakitkan bagi mereka tapi mungkin solusi yang tepat agar Dina tak banyak menderita.
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
My Best Villian

My Best Villian

Irene ingin pergi namun di cegah oleh Malio, "tidak Irene, kau dulu bilang padaku bahwa kau hanya memanfaatkan nya bukan?" Irene tertawa mendengar itu semua, "ya .. awalnya aku memang memanfaatkan dia, tapi bisakah sekarang kau memberikan apa yang aku mau seperti Ero memberiku? Berlian, perhiasan, bahkan semua itu, Ero mampu memberiku." "Aku akui dulu memang aku mencintaimu Malio tapi setelah aku pikir, ternyata Ero jauh lebih baik dari dirimu." imbuh Irene dan meninggalkan Malio.
9.312.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai better than revenge
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada satu film yang selalu muncul di pikiran ketika mendiskusikan tema transformasi diri sebagai bentuk balas dendam: 'The Count of Monte Cristo' versi 2002. Adaptasi dari novel klasik Dumas ini memperlihatkan Edmond Dantes yang awalnya hanya seorang pelaut polos, lalu berubah menjadi pribadi berpendidikan dan elegan setelah mengalami pengkhianatan. Yang menarik, justru ketika dia punya kesempatan membalas dendam secara brutal, dia memilih cara yang lebih cerdas—menghancurkan musuhnya dengan kekayaan dan strategi, bukan kekerasan.

Film ini mengajarkan bahwa kesuksesan pribadi bisa menjadi senjata paling mematikan. Adegan ketika Dantes muncul kembali sebagai Count yang misterius dan jauh lebih superior dari para penjahat yang pernah merendahkannya—itu lebih memuaskan daripada adegan pertarungan fisik mana pun. Pesannya jelas: hidup yang well-lived adalah revenge terbaik.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status