Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Legenda Pukulan Halilintar

Legenda Pukulan Halilintar

Bukankah dengan kecepatan yang tinggi saja sudah cukup bagi pembunuh, untuk menyelesaikan pertarungan meskipun musuhnya tidak dibuat melambat. Tidak perlu memperlambat gerakan musuhnya, jika assassin sudah mengeluarkan kecepatannya, maka musuh sudah dapat dikalahkan dengan mudah melalui kecepatan tertinggi yaitu kecepatan seperti dark shadow, kemampuan gerakan yang tak terlihat. ”Kecepatan yang lebih tinggi pasti mengalahkan kecepatan yang berada di bawah levelnya. Itu teori yang mudah, Aji. Kenapa harus memperlambat gerakan musuhnya lagi?” tanya Barsha penasaran.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Kebangkitan Giok Karana (Karma Dari Giok Leluhur)

Ada amarah, frustrasi, atau mungkin keinginan untuk membuktikan diri. Salah satu assassin tiba-tiba melesat ke arahnya, pisau belati hitam berselimut asap terhunus. Ryan bereaksi murni dengan insting, tangan kanannya melayang, api crimson meledak dalam bentuk bola api. BOOM! Serangan mengenai assassin tepat di dada, melemparnya menabrak dinding. Keramik retak, tubuh assassin terkulai tidak sadarkan diri.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Shirea

Shirea

Aku terdiam sejenak, namun pada akhirnya aku menjawab, “Tentu saja untuk melindungi orang-orang lemah dari orang-orang kejam sepertimu.” Aku mengerang lagi ketika cengkeramannya semakin erat pada lukaku, seakan-akan ia tidak terima dengan ucapanku. “Ketiga, ksatria melindungi dengan cara berperang sementara Assassin melindungi dengan cara membunuh. Dengarkan aku baik-baik Valen! Saat ini kau adalah anggota Assassin dan tinggalkan semua prinsip ksatriamu. Jika kau ingin melindungi seseorang, kau harus melindunginya dengan cara membunuh dalangnya langsung. Mengerti?”
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Legenda Jenius Beladiri

Legenda Jenius Beladiri

Sang assassin tak membalas dan langsung beradu teknik dan jurus dengan pendekar mabuk. Sang assassin mencoba meninju pendekar mabuk dan pendekar mabuk berhasil menghindarinya. Pendekar mabuk lalu mencoba menebas pinggang sang assassin dengan pedangnya, namun assassin memutar tubuh hingga pedang itu hanya mengenai udara kosong.
9.1168.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan

Sistem Medis Dokter Jenius Masa Depan

Assassin itu tak punya ruang untuk kabur. DUUUM! TING! TING! TING! BLAAAR! Tubuh sang assassin terpental menghantam dinding. Retakan besar menjalar seperti akar pohon, debu beterbangan. Karina, yang sejak tadi bersembunyi di balik meja, memekik kegirangan. “Kalian berhasil!—” Aurora mengangkat tangan tanpa menoleh. “Diam. Dia belum mati.”
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Sampah Grade E

Bangkitnya Sampah Grade E

Darah menyembur dari mulutnya, nyeri menjalar ke seluruh badan. Assassin itu tak memberi jeda. Ia melompat tinggi, belati mengarah ke kepala Raka. “MATILAH!” Raka mengangkat wajah perlahan, panas di dadanya berdenyut brutal. Suara berat bergema di benaknya. [INSTING TEMPUR: SINKRONISASI 32%] Mata amber Raka berpendar merah samar. Saat assassin itu menerjang turun dari atas, tubuhnya hanya bergeser setengah langkah ke kiri. Belati lawan menghantam lantai dan menancap keras.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pewaris

Pembalasan Dendam Sang Pewaris

Itulah hidup Zaheen, ia harus menerima takdir mengerikan itu, karena waktu akan terus berjalan hingga ia dewasa nanti. Ketika ia berhasil membalaskan kekejaman Isaac pada keluarganya, di mana ia akan merebut kembali apa yang ia harusnya miliki, di mana Isaac akan berlutut padanya. Zaheen melangkahkan kakinya menjauh dari tempat kejadian itu, semakin jauh ia melangkah, semakin dalam dendam yang ada dihatinya. ****
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Bittersweet Revenge

Bittersweet Revenge

“Harusnya aku yang mati.” “Ya!” jawab Regan tanpa ragu. “Harusnya, kamu sudah mati 15 tahun yang lalu. Tapi karena kamu masih hidup, maka Sabdalah yang jadi korban. Jadi, semua ini salahmu! Salahmu karena—” “Apa perlu aku pasang kaca yang besar.” Anggun mulai berdiri, tetapi belum beranjak ke mana pun. “Pembunuh yang sebenarnya adalah kamu dan kamu nggak akan bisa memanipulasi pikiranku seperti 15 tahun yang lalu.”
10119.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai vengeance of an assassin
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
App Putri Chinar
awalnya mau baca takut karna gambar sampulnya serem.ada ularnya.eehhh giliran baca rasanya candu banget,bikin penasaran,bikin deg2an. sukses selalu kak kanietha.salah satu othor kebanggaan ku sekarang ini...
Naniek
Awalnya cerita ini bagus.. tp lama2 kok spt diulur2 aja. Lbh baik segera diakhiri dan bikin cerita baru. Sebuah cerita ndak hrs panjang, Gak sampe 100 episode pun kalo ceritanya bagus, padat dan tdk bertele2 justru akan dikenang bahkan bisa dibaca berkali2 meskipun udh tamat.
Baca Semua Ulasan
Crime Revenge

Crime Revenge

Dan ya, sudah selama beberapa bulan belakangan ini Ravena membalaskan dendamnya. Ia mencari orang-orang yang dulu terlibat dalam pembunuhan kedua orangtuanya. Sudah sebagian besar ia menghabiskan nyawa orang-orang malang itu. Dan malam ini, ia akan kembali menyaksikan sendiri bagaimana nyawa seseorang akan menghilang tepat di hadapannya langsung.
4.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Shadow of Revenge

Shadow of Revenge

Suara tamparan memecah kesunyian di halaman rumah Melden. Chelsea, dengan api kemarahan yang menyala di matanya, menghantam wajah detektif swasta yang ditugaskan untuk menyelidiki identitas Daisy Charleston. Setiap hentakan tangan Chelsea membawa gemuruh kekecewaan dan pengkhianatan, seolah-olah setiap tamparan adalah lontaran amarah untuk segala ketidakadilan yang telah ditimpakan pada dirinya. Kemarahan yang tak terbendung itu meledak, menggema hingga ke sudut-sudut halaman yang sunyi, memberi tahu semua orang bahwa batas telah terlampaui.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai vengeance of an assassin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status