Teror Ghaib
kata gadis itu, “tapi aku kenal kamu. Maksudku, aku sering melihat kamu. Izinin aku ngenalin diri, nama ku Veronica. Aku mahasiswi tahun terakhir."
Emma menyambut uluran tangan Veronica. "Emma," kata Emma, "kamu mau main musik di studio musik juga?"
Veronica mengangguk sambil tersenyum canggung. “Apa kamu nggak merasa keganggu?”
“Nggak dong,” kata Emma. Dia kemudian mengajak Veronica berjalan menuju piano klasik berukuran besar yang ada di tengah ruangan.
"Eh, tapi kayaknya aku mau main gitar saja deh," kata Veronica, "aku nggak bisa main piano."
Hot Chapters