PURA PURA JADIAN
Rasanya, kata-kata itu meluncur begitu saja, meskipun aku sedikit bingung apakah aku siap menerima kenyataan bahwa hubungan pura-pura kami selama ini ternyata lebih dari sekadar main-main.
Reyhan tersenyum, senyum yang jauh lebih lembut dari biasanya. Biasanya dia senyum dengan gigi kelihatan, seakan-akan dia siap bikin semua orang terhibur. Tapi kali ini senyumnya lebih tenang, penuh makna, dan aku merasa seperti ada sesuatu yang baru tumbuh di antara kami berdua.
"Akhirnya," Reyhan berkata dengan nada lega, "Gue nggak sabar denger lo ngomong gitu. Gue pikir, lo bakal terus-terusan kabur dari perasaan ini, kan?"