Pura-Pura Mati
Sepertinya Bi Ayu rajin membersihkannya.
Aku masuk ke dalam, dengan perasaan berdebar. Duduk di tepi ranjang, sambil memperhatikan tatanan meja riasku. Ada yang menarik perhatian, hingga aku memutuskan mendekat. "Slip belanjaan atas nama Mas Andra." Aku membaca secarik kertas itu. "Sepuluh juta, untuk beli apa uang sebanyak itu? Bukankah semua kebutuhannya sudah aku penuhi?"
Tak ingin berprasangka buruk, aku simpan benda itu ke dalam laci meja. Aku memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelahnya, aku ke dapur menemui Bik Ayu.
Hot Chapters