Kembalinya sang Dewa Perang
Tak ada kata, hanya tarikan napas panjang dan aroma dupa langka yang terbakar perlahan, seolah menahan waktu.
Kaidar telah mengerahkan segalanya. Belasan sosok Villain bagaikan makhluk setengah iblis setengah manusia, dan belasan Puncak penguasa Ingras berdiri tegap di balik dinding bayangan, diam-diam menunggu. Mereka adalah bayangan maut, aset tersembunyi Keluarga Winaya, yang selama ini dibina dalam senyap dan darah.
Mobilisasi ini bukan sekadar pamer kekuatan, ini adalah pengakuan. Dan pengakuan adalah pisau bermata dua!
Hot Chapters