Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Obsesi

Obsesi

Pakaiannya yang semula kotor oleh darah, kini kembali bersih. Hanya saja luka oleh pecahan kaca akibat Blanche, serta beberapa luka lainnya masih ada pada tubuhnya. Kaizen sontak mengingat sesuatu dan menarik kerah pakaiannya, lalu mengetuk tahi lalat merah di tulang selangkanya dua kali. Menampilkan album yang berisi foto dan deskripsi para bos instansi permainan Nightmare whisper, kali ini terdapat foto Xaver Madison di sebelah Lucia Gray. Pria pirang ini tampak seolah sedang tertidur dengan pulas, Kaizen segera mengalihkan fokusnya untuk membaca deskripsi orang ini.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as visual
Read
+Library
Difficult

Difficult

Fransiska mendatangi Leo dengan memukul lengannya. “Kamu cantik kalau lagi bengong gini, coba sini lihat.” Leo menunjukkan hasilnya pada Fransiska. “Cantik apaan?” Fransiska menatap tidak suka. Menarik Fransiska mendekatinya, membuat jarak mereka sangat dekat, suatu kesalahan yang membuat Leo bisa menghirup aroma tubuh Fransiska. Mencoba untuk konsentrasi dengan menunjukkan foto yang baru saja diambil, tangan Leo yang lain berada di pinggang Fransiska membuat jarak mereka sangat dekat.
6.5K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as visual
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Agnes menunjuk sesuatu di tengah langit-langit ruangan. “Benda itu disebut Coove, bentuknya seperti kelereng dan mampu menampilkan hologram hingga tiga ratus enam puluh derajat. Berikan ponselmu, kita akan lihat apakah alat ini masih berfungsi.” Xabi menyerahkan ponselnya pada Agnes yang kemudian mondar-mandir dalam ruangan untuk menyalakan Coove. Beberapa saat berlalu dan hasilnya nihil,
2.9K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as visual
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Séanne tersentak kaget lalu seketik membuang tatapannya, dia mengutuk dirinya yang terpesona dengan Liam alih-alih membuat dirinya menjauh dari jerat maut. Liam mengantongi ponsel dan membawa kakinya melangkah ke sisi lain dimana Séanne berada, tatapannya masih lekat pada Séanne yang tertangkap basah menatapnya dengan begitu intens. Liam berdiri hanya beberapa senti di depan Séanne, dengan satu tangannya dia menyentak dagu Séanne pelan hingga kepala Séanne sedikit terdongak. Tatapan keduanya bertemu. Liam dengan tatapan tajamnya sementara Séanne dengan mata terbelalak kaget dan takut.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as visual
Read
+Library
Me

Me

Nana hanya membalas dengan senyum. “ Aku Grace” ucapnya lembut. “ Aku Rose” sambung Rose. “ Aku Amanda, namamu Nana? Itu nama yng tidak terlalu buruk” sapa Amanda. Nana hanya mengangguk. “ Oh iya dan satu lagi.” Sahut Lea menunjuk kearah Veronica. Pandangan Nana tertuju kearah jari Lea, “ Aku Veronica, salam kenal” sapa Veronica.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as visual
Read
+Library
PESONA

PESONA

Mendengar balasan pria itu membuat tubuh Melva melemah karena ia merasa tak kuat membayangkan jika hal itu akan menjadi kenyataan, kesadarannya perlahan-pahan menghilang dan semuanya gelap. [][][][][][][][][][][][][][][][][][][] Saat sudah sadar, betapa terkejutnya Melva saat ia berada di kamar bernuansa abu-abu yang terlihat sangat monoton baginya yang penyuka warna cerah. Namun yang lebih mengejutkan adalah ia melihat di setiap dinding kamar ini terdapat bingkai foto dirinya sendirian atau bersama dengan pria asing ini.
1015.8K viewsOngoingAdded to Library 316 Times as visual
Read
+Library
Why

Why

Tidak lain ketika ia pikiran terus tentang segala hal berkaitan dengan Aina. Setelah sampai di parkiran, ia mulai memasuki mobil SVU berwarna putih. Setelah itu ia mulai mengendarai dengan sedikit kecepatan, saat ia tengah mengendarai mobil. Tiba-tiba ponselnya berdering, dan menunjukkan nomer telepon yang sudah sangat ia kenal. Dengan sedikit senyuman, ia memasang earphone di telinganya tanpa harus memegang ponsel canggih yang berada di kotak kecil samping ia mengemudi.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 436 Times as visual
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

CCTV yang terpasang di area kerja Helena dan ruangannya, ia pantau sendiri. Secara refleks Helena merapatkan pahanya karena ucapan frontal Felix. Bukan hanya pupil matanya yang membesar karena ucapan frontal tersebut, melainkan ia sangat yakin bahwa pipinya pun kini mulai merona. Tanpa sadar Helena malah mengarahkan tatapannya pada letak pusat gairah Felix.
9.838.1K viewsCompletedAdded to Library 951 Times as visual
Read
+Library
HURT
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status