Malam Pertama yang Tertunda
“Nah. Percuma juga kalau cuma dibaca. Tapi, kalau untuk sekarang, kamu tidur dan istirahat yang cukup. Olah raga cukup mengepel sambil menekuk lutut di lantai aja. Terus, minum dan makan makanan yang bisa naikin tensi seperti ati dan kacang-kacangan.”
“Siap, Bu.” Nafisa mengambil buku yang didorong bidan ke arahnya. “Berapa?”
“Oh, iya. Vitamin belum, ya? Sebentar.” Bidan itu berdiri, lalu berjalan membelakangi Nafisa untuk mengambil obat di lemari kaca sebelum kembali duduk. “Total, tiga puluh lima ribu aja.”
ตอนยอดนิยม