ISTRI SIRI TENTARA ALIM
“Doa-doa kamu, Dhuk, nggak sia-sia. Kadang Allah nunjukin lewat jalan yang nggak kita duga. Mudah-mudahan kamu benar hamil. Dan Rey yang nanti pulang, bisa senang dapat hadiah itu."
Malam itu, Mira tidak bisa tidur. Ia terus memandangi langit dari balik jendela kamar. Hatinya gelisah, antara harap dan cemas. Ia belum sempat memastikan soal tubuhnya. Ah, tidak mungkin, pikirnya. Mereka hanya melakukannya sekali. Mira juga tak merasa ada yang aneh di tubuhnya. Tidak pernah mual atau pusing seperti layaknya orang hamil.
Ia menyentuh perutnya perlahan, lalu berbisik pelan, “Tunggu ya, Nak. Ayah kamu orang kuat. Dia akan pulang. Aku yakin," candanya.