Kembalinya Sang Dewa Pedang
Aroma asap dari cerobong-cerobong rumah menyebar di udara, membawa serta wangi kayu bakar dan makanan yang mengepul, menyatu dengan dinginnya udara.
Di dalam rumah beroda yang melaju perlahan menuju pusat kota, Ye Hun duduk terdiam di ruang tengah, matanya berbinar memandangi pemandangan dari jendela. Deretan rumah yang berdiri kokoh, orang-orang yang berjalan sibuk dengan mantel tebal, semuanya tampak seperti lukisan hidup yang bergerak lambat. Kepulan asap dari atap-atap rumah menciptakan rasa hangat di antara salju yang dingin, kontras lembut yang menggugah nostalgia samar di hatinya.
Bab Populer