Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Karma pahit seorang pelakor

Karma pahit seorang pelakor

Warung ini berada tepat dikaki gunung Agung, sehingga udaranya begitu sejuk dan pemandangan hijau yang memanjakan mata pengunjung, sehingga pengunjung begitu betah berlama-lama berada diwarung ini. Pak Jarno dan Mursiyem memilih tempat yang pojok, Sumini pun sudah bangun. Anak itu benar-benar sama sekali tak merepotkan, sejak perjalanan berangkat, dia tidak rewel sama sekali, bahkan kini dia makan disuapin ibunya dengan sangat lahap tanpa banyak memilih lauk seperti anak seusianya pada umumnya. "Heh wes denger kabar tentang pak Lurah ta rek?"
108.8K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as warung kucing
Read
+Library
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Gumamku lirih tapi mas Damar sepertinya masih mendengarnya. “Iya. Ini angkringan, Ren! Nasi kucing! Memangnya kamu nggak pernah makan di angkringan? Di jogja kan juga ada. Sama banyaknya kalau di banding di sini.” Ucap mas Damar heran. Aku hanya mengangguk. “Serius?” Tanyanya tak percaya. “Nggak boleh sama mbah kakung, mas.” Ucapku jujur.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as warung kucing
Read
+Library
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

Belum pernah dia yang berjuang sampai begininya untuk meluluhkan hati cewek. Deburan ombak yang terdengar pelan menemani santap siang mereka. Warung tempat mereka makan terletak di bawah rimbunan pohon bakau, berupa bilik - bilik kecil yang disambungkan oleh jembatan kayu. Di bawah gazebo mereka, terlihat kepiting dan udang bakau berkejaran dan bersembunyi di balik akar bakau yang berlumpur. "Cha." Dia memanggil, akhirnya. Icha mendongak. Wajahnya masih bersemu, tapi tidak semerah tadi. "Aku mau ketemu Bapak rencananya nanti di Jogja."
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 327 Times as warung kucing
Read
+Library
TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

TEKANAN BATIN SEORANG ISTRI

Dia merasa seperti orang asing di dunianya sendiri, terlempar dari kenyamanan hidup yang selama ini dirinya kenal. Akhirnya, setelah berjalan beberapa menit, Ratih melihat sebuah warung kecil di ujung gang, persis seperti yang dikatakan Rangga. Warung itu sederhana, dengan rak kayu yang dipenuhi barang-barang kebutuhan sehari-hari. Seorang wanita berkerudung tampak sedang mengatur beberapa bungkus mie instan di atas rak. "Permisi," sapa Ratih pelan, mencoba tersenyum walau hatinya masih berat.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as warung kucing
Read
+Library
Om, Nikah, Yuk!

Om, Nikah, Yuk!

Kagak caya! Zulfi Hamizhan : Kukuh ngajinya di warung nasi Padang. Yanuar Kaisar : Warung burcangjo. Yoga Pratama : Warung sate. Andri Kaushal : Warung ayam bakar. Haryono Abhisatya : Warung remang-remang. Tadashi Yasuo : Tak kusangka, Kukuh ternyata begitu. Benigno Griffin Janitra : Aku, sih, nggak heran. Mantan anak buah W, nggak ada yang genah. Sarap semua.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as warung kucing
Read
+Library
Tulang wangi

Tulang wangi

Ranting yang tadi dipake langsung kelempar jauh. Gua bengong sepersekian detik—terus pecah nahan tawa. Kucing itu lari sekenceng angin, ngilang ke arah jalan setapak, suaranya masih sempet kedenger mraaauuww! jauh di ujung. Hansip buru-buru bangun, mukanya setengah merah, setengah panik, topi yang awalnya lurus, jadi agak nyengeser sedikit.
513 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as warung kucing
Read
+Library
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Tubuhnya yang kekar terbungkus jubah besar warna hitam. "He he he...! Aku setuju sekali dengan pendapatmu, Bayangan Malaikat. Mentang-mentang di kandang sendiri, apa dipikir mereka bisa seenak udelnya menyuruh-nyuruh kita"!" sahut tamu lain. Dia adalah seorang lelaki tua bertubuh pendek, terbalut jubah kuning yang kedodoran hingga ke tanah. Rambutnya awut-awutan. Pipinya cekung. Dua batang giginya yang berwarna kuning bertonjolan ke depan. Namun yang membuat aneh lelaki berusia enam puluh tahun itu adalah kumisnya. Bukannya terlalu tebal atau terlalu tipis, melainkan mirip kumis kucing! Maka tak heran kalau orang tua ini mendapat julukan Lelaki Berkumis Kucing. Yang merupakan salah seorang d
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as warung kucing
Show Reviews (26)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Read All Reviews
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

suara nenek itu serak namun masih terdengar tegas. "Dua puluh ribu saja, Bu. Masih seger nih, baru dateng pagi ini dari kebun," jawab pemilik warung sambil mengipas-ngipas lalat yang hinggap di dagangan. Di belakang warung sayur, tiga anak kecil berusia lima sampai tujuh tahun sedang bermain petak umpet di antara tumpukan kardus bekas. Tawa mereka yang riang bercampur dengan suara ayam kampung yang berjalan-jalan bebas mencari sisa makanan di tanah.
1046.6K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as warung kucing
Read
+Library
Sangkar Pernikahan

Sangkar Pernikahan

Ekspresi wajahnya mengisyaratkan 'yang benar saja, kamu juga belum sarapan'. Jagad menggaruk tengkuknya. Bagaimana bisa adiknya mengucapkan hal asal seperti itu di saat mereka berdua baru saja sarapan bersama di rumah. Jagad melempar tatapan protes kepada adiknya. Namun, wanita itu mengacuhkannya. "Kalau gitu kita berdua harus cari sarapan bersama," ucap Jagad. Di sinilah mereka. Berada di warung nasi, Danas yang memilih tempat ini. Dan Jagad hanya bisa mengikutinya saja.
1019.6K viewsOngoingAdded to Library 431 Times as warung kucing
Read
+Library
Neng Zulfa

Neng Zulfa

KIKIL JOMBRANGAN Banner yang terpasang di luar warung tenda itu bertuliskan tulisan dengan font besar yang ditulis menggunakan cat warna merah menyala itu. Gus Fatih menarikku masuk ke dalam warung tenda. “Bu, kikilnya dua sama teh hangatnya dua juga,” pesan Gus Fatih kepada ibu-ibu pemilik warung tenda. “Oh, nggeh, Mas,” sahut ibu pemilik warung yang mengenakan baju kaos lengan pendek dan rambut diikat kain semacam sapu tangan itu lantas segera menyiapkan pesanan.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as warung kucing
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status