Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Hidung mancungnya terus mengendus udara yang dipenuhi polusi knalpot demi melacak jejak aroma cengkeh pembakar jiwa. Terdengar alunan musik dangdut koplo berdebar nyaring dari sebuah warung kelontong kecil di pinggir jalan raya. Seketika itu juga, mata liar Arya menangkap deretan kotak kecil berwarna-warni yang dipajang rapi di dalam etalase kaca. Berkat penciuman setajam serigala lapar, dia langsung mengenali aroma tembakau pekat dari tumpukan kotak tersebut. Segera ditariknya langkah besar merangsek masuk ke dalam warung reyot yang beratapkan seng berkarat itu.
10.2K viewsOngoingAdded to Library 295 Times as warung kucing
Read
+Library
MR. D

MR. D

Kratak, glegek, geledek. Suara pintu gerbang besar terbuka perlahan. Di balik sisi luar gerbang ratusan kucing hutan liar berlari memasuki gerbang dan berubah wujud menjadi sesosok manusia namun masih memiliki ekor kucing. Mereka pasukan dari raja kucing hutan Ramones. Mereka jua sebangsa siluman yang mendiami salah satu lembah di gunung salak.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as warung kucing
Read
+Library
Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

Misteri Wangi Pandan Di Tengah Malam

“Jadi, udahlah. Nggak usah dibesar-besarin. Itu paling musang pandan lewat. Kamu lupa ya, belakang kantor itu hutan? Banyak binatang keluar malam cari makan. Nokturnal gitu. Kayak kelelawar, musang, kucing liar. Nah, musang pandan kan namanya juga pandan. Mungkin kamu kecium baunya.” Raina melotot. “Yan! Masa kamu pikir aku salah bedain bau pandan sama bau binatang?” ***
101.3K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as warung kucing
Show Reviews (16)
Read
+Library
Pelangi Jelita
Reader Q tersayang, jumpa lagi dalam karyaku kali ini ya, alih genre dulu ya, semoga kalian berkenan.. Komen.positifmya dan tanggapannya boleh banget di setiap babnya. monggo aja. siapa tau pernah juga mgalamin kejadian honor.. salam manis dari Author kalian.. ...️...️...️...️
Strawberry
Di kakak wangi pandan di rumahku tiap jam 11 keatas, saat aku masih sibuk ama laptopku pasti bau melati lewat....akhirnya setelah tahu ada apa aku pindah ke lantai dua skrang nulisnya eh...awal pindah ke lantai dua masih ikutin wanginya...
Read All Reviews
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Mungkin juga agar nyamuk tak masuk pada malam hari. Aku membenarkan jilbab setelah membuka helm. Kemudian merapikan pakaianku sebelum menyapa perempuan yang sedang memasak kue yang pernah membuatku marah kepada Mas Adry. Kue lumba atau serabi. Di warung kecil yang berada di halaman rumah itulah wanita itu menjual dagangannya. "Beli apa mbak?" tawar wanita yang kutebak ibunya Audi itu.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as warung kucing
Read
+Library
Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Sebenarnya Dia Mesum Ma!

Aku hanya berdiam diri di kamarku. Bagiku tempat paling nyaman dimuka bumi adalah kamarku. Tidak ada yang bisa menyaingi tempat itu. "Wah sepertinya Lunar tidak tau harus kemana. Mari kita perkenalkan dia ke tempat yang indah," kata Serafin dengan semangat. "Tau gak kalau disini ada cafe yang dipenuhi oleh kucing?" "Enggak. Emang ada? setahu gue sih hanya di Jepang yang punya konsep cafe kayak gitu."
109.6K viewsOngoingAdded to Library 210 Times as warung kucing
Read
+Library
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Suara Jim serak, matanya melihat ingin tau ke arah wajan yang mengeluarkan aroma menggugah selera. "Nasi goreng." Luna memandang Jim sekilas. "Cuci dulu mukamu, kau bahkan tak pernah shalat subuh. Bagaimana bisa hidup tenang tanpa beribadah sama sekali." Luna menggerutu. Papinya sangat keras jika berkaitan dengan agama. Itu makanya, Luna menjadi aneh jika melihat orang yang begitu santai meninggalkan ibadah sholat.
1023.2K viewsCompletedAdded to Library 672 Times as warung kucing
Read
+Library
Pernikahan Kontrak dengan sang Pria Pengganti

Pernikahan Kontrak dengan sang Pria Pengganti

Bibir tipis beroleskan gincu berwarna lembayung ungu pucat tersebut tak henti-hentinya menyunggingkan lengkungan tipis. Tangan Linggar mengambil hiasan kucing tersebut, memasukan ke dalam keranjang belanjaan. Kemudian pandangannya jatuh pada hiasan keramik kuda mengangkat kedua kaki depannya, warna cokelat tua. Tentu saja masuk ke dalam keranjang, ia tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang tak datang dua kali. "Apa lagi ya?" Linggar merengut, ia tampak kebingungan.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as warung kucing
Read
+Library
Cinta Berengseklicious

Cinta Berengseklicious

Di antara rumah-rumah yang berjualan itu, mereka ada yang menggelar angkringan yang menjual nasi kucing ala Jogja, juga ada cafe kecil-kecilan yang menyediakan makanan cepat saji, seperti fried chicken, sweet boba coffee, kentang dan telur ala Mecdi, dan warteg yang selalu tak sepi, yang dari luar kaca warteg setiap pagi telah tertata rapi sayur-mayur dan lauk-pauk yang baunya ke mana-mana melayang di sepanjang jalan, membuat perut jadi lapar. Walaupun zaman pandemi corona seperti ini, warteg, cafe kecil, serta angkringan di sana tidak tutup. Cuma beberapa pelanggan lebih suka membeli dan membungkus pesanan mereka untuk makan di rumah saja. Apalagi hampir seluruh pengunjung adalah warga klin
109.6K viewsOngoingAdded to Library 376 Times as warung kucing
Read
+Library
Perangkap Tuan Muda

Perangkap Tuan Muda

tanya seorang ibu yang memakai kebaya. Amanda memperhatikan menu yang ada di dinding yang dilengkapi dengan gambar, bukan hanya soto saja yang dihidangkan di warung kecil ini. Ada juga beberapa jenis nasi. Tapi setelah mengendarkan pandangan ke meja lain, Amanda tahu kalau jenis soto yang paling laris. “Soto babatnya satu, Bu. Minumnya teh es saja.” Amanda bisa memesan beberapa. Namun, ia harus berhemat jika ingin pelariannya sukses. Ia akan dengan mudah ditemukan ketika telah menarik uang tunai dari ATM yang dibawa.
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as warung kucing
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

"Di warung ini, waktu kadang berhenti untuk yang hatinya mandek." Tepat saat itu, pintu warung terbuka dengan keras. Randi muncul dengan payung rusak dan kamera DSLR tergantung di lehernya. "Mas Dimas! Toyo! Kalian nggak bakal percaya apa yang aku lihat barusan!" Dimas melirik santai. "Kucing kawin di kuburan?" "Bukan! Anak kecil! Telanjang! Lari-lari di belakang komplek pemakaman tua! Mukanya item, matanya nyala merah!"
101.3K viewsOngoingAdded to Library 27 Times as warung kucing
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status