Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

jawab sang kucing kecil. “Apa? Gareng? Sungguh nama yang jelek,” Madu Lanang menggeleng. “Kekekek, meong,” sang kucing kecil malah terkekeh tidak peduli. “Baiklah Gareng, berapa lama lagi kita tiba di kampung Tumaritis?” tanya Madu Lanang. “Meong,” ucap sang kucing kecil. Dia mengatakan masih berjarak satu hari karena letak kampung Tumaritis berada di ujung hutan Kameteung ini.
105.4K viewsCompletedAdded to Library 155 Times as warung kucing
Read
+Library
BE WITH YOU

BE WITH YOU

“Ini cat cafe. Kalau di Jepang udah tersebar di mana-mana. Di sini lagi musim juga. Di Indonesia ada juga?” “Setahuku ada, tapi aku belum pernah ke sana.” Catmosphere tidak memiliki ruangan yang begitu luas namun dari mulai cat dinding hingga sarung bantal berwarna-warni. Memberi kesan ceria. Di salah satu dinding bahkan dicat dengan warna ungu dengan gambar kucing di tengahnya. Begitu masuk, kucing-kucing yang memiliki bulu tebal terlihat jinak asyik bermain dengan para pelanggan. Ada yang berlari-lari, ada yang duduk manis di kursi-kursi kecil, ada yang sibuk mencari perhatian pelanggan.
Hot Chapters
103.9K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as warung kucing
Read
+Library
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Perlahan tapi pasti, kehidupan perekonomian mereka pun membaik. "Kamu mau makan apa, Ndu? Biar sekalian aku pesenin," kata Albani menawarkan. Setelah puas berkeliling kota Jakarta seharian, di tengah perjalanan mereka mampir ke sebuah warung angkringan pinggir jalan. "Nasi kucingnya satu yang isinya ikan teri sama bakwan aja Mas," sahut Rindu setelah mendapat lokasi tempat duduk yang strategis.
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 804 Times as warung kucing
Read
+Library
Cincin Penggoda

Cincin Penggoda

Aku pun berhenti sejenak. "Astaga... ada apa Rul?" "Kucing San lewat sembarangan, untung enggak nabrak." jawabku. Kami lalu melanjutkan perjalanan. Warung mie ayam yang aku tuju adalah warung tenda sederhana yang terletak di bawah naungan sebuah pohon beringin yang besar. Pemandangan di sekelilingnya adalah area persawahan dan juga ada sebuah sungai kecil yang megalir tak jauh dari sana.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as warung kucing
Read
+Library
Ibuku Bukan Pembantumu, Mbak!

Ibuku Bukan Pembantumu, Mbak!

Seperti Mas Dika, aku juga tak ingin menambah pikiran ibu kalau tahu anak-anaknya saling bertengkar. Sampai di pasar, kami langsung menuju warung langganan ibu. Karena di warung kopi milik ibu, selain menyediakan kopi dan minuman lainnya, ibu juga menyediakan nasi kucing, alias nasi dengan porsi sedikit, diberi lauk dan sambal. Kadang bandeng, ikan teri, ataupun oseng-oseng.
4.5K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as warung kucing
Read
+Library
Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

Ia memegang obor yang apinya meliuk-liuk. ​"Den Ayu! Ampun, bikin kaget saja!" seru Kang Marjo sambil mengelus dada. "Ternyata dua kucing kampung sedang berkelahi di atas tumpukan kaleng bekas di dekat jendela depan. Satu kucing menabrak pot bunga sampai jatuh menimpa kaca jendela!" ​Dyah memejamkan matanya sejenak dan menghela napas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang seakan mau melompat keluar.
790 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as warung kucing
Read
+Library
SANG PENANTANG WURAKE

SANG PENANTANG WURAKE

Tiba di gubuk, aku tidak langsung naik, tapi lebih dulu berdiam di kolong, menajamkan pendengaran hingga beberapa saat lamanya. Gubuk kami ini adalah gubuk panggung. Tinggi kolongnya sekira dua meter. Untuk naik ke gubuk, kami harus menapaki lima anak tangga yang terbuat kayu gelondongan seukuran lengan orang dewasa. "Sepertinya dia belum melahirkan," gumamku kala tak mendengar adanya suara tangis bayi atau semacamnya. Setelah itu, aku pun naik ke gubuk. Berpijak pada anak tangga ke-tiga, barulah aku menyapa; "Assalamualaikum, Kak!"
134 viewsOngoingAdded to Library 4 Times as warung kucing
Read
+Library
After 30

After 30

“Kamu lucu juga ternyata ya? Saya pikir kamu itu orangnya serius sekali.” “Oh iya, Saya belum pernah makan nasi kucing sebelumnya, nasi kucing itu apa sih? Saya benar-benar penasaran. Memangnya orang sini suka makan kucing?” Revan mengernyit jijik membayangkan hewan lucu seperti kucing bisa di makan bahkan di jual belikan. “Eh! Nasi kucing itu bukan nasi dan kucing, tapi nasi dengan lauk sambal dan ikan asin dengan porsi yang sangat sedikit seperti makanan untuk kucing makanya disebutnya nasi kucing.”
1014.2K viewsOngoingAdded to Library 553 Times as warung kucing
Read
+Library
King Cat and The Lovely Librarian

King Cat and The Lovely Librarian

Kepala kucing itu menyembul di tengah tas dan nampak sangat menggemaskan hingga Stefany terkikik geli melihatnya. Dengan naik bus dari halte dekat perpustakaan, mereka pun sampai di Kinky Kitty Petshop. Stefany berjalan di antara rak display makanan khusus kucing dan bertanya kepada kucing oranye itu, "Apa yang kamu suka, Kingcat Edu? Tuna, Salmon, chicken, pork liver, seafood platter?"
105.6K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as warung kucing
Read
+Library
Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Pengantin Bangsawan Yang Kubenci

Selai anggur, rumah reyot, kucing nakal, dan adik yang cerewet… semuanya masih lebih baik daripada terkubur diam-diam oleh rencana busuk kastil. Hari itu, langit Bordeaux mulai kelabu, mendung menggantung berat. Finn akhirnya terseret langkahnya ke sebuah sudut gudang tua di tepi pasar, tempat drum-drum berkarat dan tumpukan sampah menebar bau asam menusuk hidung. Dan benar saja—puluhan kucing berkeliaran di sana, berebut sisa tulang dan kulit ikan. Gerakan mereka begitu ramai, seperti pesta liar hewan liar.
8.93.1K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as warung kucing
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status