Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

BRONDONG TENGIL BU DOSEN!

tanya Gilang sopan pada seorang ibu paruh baya yang sedang mengelap meja warung. "Masuk … masuk … ada mie rebus, gorengan … bubur kacang ijo … mau yang mana?" jawab ibu warung. "Mayang … sini!!" Gilang melambaikan tangan ke arah Mayang yang masih asyik meregangkan tubuh. "Kamu mau makan juga nggak?" "Mau, Lang! Mau!" sahut Mayang, setengah berlari menyusul Gilang. "Warungnya jual apa saja?!"
1046.0K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Sisanya bertugas di pos terakhir di sekitar pintu masuk makam. Pemandanganan yang asing menyambut. Warung sederhana yang terkesan aneh mencuri perhatian. Sedikit tidak wajar karena warung itu masih buka tengah malam begini. Di depan makam. Si penjual seorang wanita muda. Kisaran umur tiga puluhan. Setelannya kebaya putih dan jarik corak burung hitam cokelat. Terkesan tua di zaman saat ini, tetapi kebaya itu menempel pas di tubuhnya yang sintal. Menambah ayu parasnya yang khas wanita pribumi. Dagangannya hanyalah gorengan serta kopi. Terlihat dari beberapa pembeli yang hanya meminum kopi dan mengambil gorengan. Tak ada makanan lain tergantung di atap-atap warung yang rendah. Jika siang hari a
1011.3K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
DUKUN 99

DUKUN 99

Semua warung sudah pada tutup. Aku mengetuk pintu sejumlah tujuh kali. Menit kemudian, wanita itu ke luar dengan rambut tergerai basah. Uwo terpesona dibuatnya. "Cepetan masuk, Tong. Diliat orang nanti jadi fitnah," ujar si wanita. Kami memasuki warung, lalu pintu kembali ditutup. Aku menjelaskan proses ritual penglaris usaha. Mulai dari menebar uang receh hingga menyiap satu ruang khusus buat si Uwo.
108.4K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Penantian Sang Istri Teraniaya

Penantian Sang Istri Teraniaya

Qian berlari bersama perasaan bahagia di tepi jalan dengan mata mencari-cari transportasi yang bisa mengantarnya kembali ke rumah. “Pak, Jalan Gresik,” ucap Qian kepada tukang ojek yang hendak beristirahat, ingin makan siang di sebuah warung makan kecil di tepi jalan. “Tapi, Mas. Sa–,” perkataan pria paruh baya itu terpotong dengan antusias Qian. “Saya bayar dua kali lipat,” tawar Qian tanpa berpikir panjang.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Hantu Vila

Hantu Vila

Itu seperti suara kaca yang beradu. Langkah Mamat terhenti di depan kios. Di bagian depan kios itu bertuliskan 'Warteg Berkah Sugih'. Itu warung milik Amprung. Kios itu dikunci rapat, tidak mungkin bisa dibobol maling.
9.917.2K viewsCompletedAdded to Library 670 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Dua Tak Cukup, Tiga Tak Sanggup: Dimanja Tiga Adik Tiri Idol

Warung itu tampak meriah, diterangi lampu kelap-kelip warna-warni yang kontras dengan kegelapan malam pedesaan. Namun, yang paling mencolok bukan lampunya, melainkan suara dentuman bas dari sound system rakitan yang menggelegar hebat, mengiringi sebuah lagu dangdut klasik milik Elvy Sukaesih. "Kalaulah memang... kau rindu padakuuu~" Doni dan Agus turun dari mobil. Begitu melangkah masuk, di ambang pintu warung, langkah Doni mendadak terhenti.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 757 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Warung yang berada di ujung Kampung Sepuh ini, memang menjadi tempat untuk semua orang berkumpul dan saling menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan remaja dan anak-anak pun sering berkumpul dan bercengkrama di depan warung. Seperti ada suatu magnet yang membuat mereka asyik dan nyaman untuk berada di depan warung dalam waktu yang lama. Dan ketika hal itu terjadi, warung menjadi ramai, karena mereka juga suka memesan cemilan, rokok, dan kopi untuk menemani obrolan mereka yang berlangsung lama itu. “Eh A Amat, mau jam berapa berangkat ke Kampung Parigi buat nonton wayang? ” Kata Parman ketika melihatku yang kini membereskan tumpukan dus bekas di depan wa
10126.4K viewsCompletedAdded to Library 5.1K Times as warung qiu qiu
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Campuran bakso kuah, sate ayam, dan jeruk hangat yang baru saja diseduh bersatu, menyerbu hidung para pengunjung tanpa terkecuali. Tak jauh dari tempat mereka berdiri, ada warung terbuka, dengan atap dari daun rumbia dan kursi kayu panjang yang ditata rapi, lengkap dengan meja kayu yang mulai menghitam. Spanduk yang terpampang di atas tertulis jelas: Warung Mbah Wiji - Masakan Rumahan. Nilna terlebih dahulu berjalan, dan berhenti pada kursi di sudut warung yang menghadap langsung ke area persawahan, diiringi dengan langit sore yang perlahan menua.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Jenderal! Istrimu Bukan Pajangan

Dia bertanya dengan tatapan tak boleh ada kebohongan. Maka seseorang yang sama menjawab, “Yu Li mencari kusir di pusat kota, tapi tak satupun mengusulkan diri sampai datanglah wanita ini. Cara berpakaiannya seperti pria, harganya mahal. Dan wanita itu bernama Chu Qiao.” Mata jenderal melebar! Nama itu sukses mengosongkan pikirannya sekaligus pandangannya hingga dia pun berkata, “Bawa dia ke hadapanku! Aku berani membayar berapapun yang dia mau!”
1037.7K viewsCompletedAdded to Library 790 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
Istriku Bar-Bar

Istriku Bar-Bar

Wajah mereka sedikit kecewa saat melihat seorang gadis kecil sedang asik memainkan ponsel di sebelah wanita itu. "Iya mungkin. Tapi, biarpun udah punya anak, kalau bening kaya gini sih aku juga rela tiap hari ngantri buat beli dagangannya." Yang lain ikut bersuara. Mereka mulai memesan uduk sebagai embel-embel karena ingin melihat sang penjual lebih dekat lagi. "Mbak, beli uduknya satu yah?" "Saya juga mau satu ya, Mba. Tapi nggak pakai bawang goreng."
1014.7K viewsCompletedAdded to Library 528 Times as warung qiu qiu
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status