Pengkhianatan Terbesar Suamiku
Saat itu, Jovan akan memelukku erat dan berkata dengan lembut, “Nggak apa-apa, cukup aku saja yang mencintaimu.”
Namun, orang yang mengatakan itu justru mengkhianatiku dan aku kalah dalam taruhan ini.
Kalau begitu, sudah saatnya aku pulang.
Aku mengirim tangkapan layar tiket pesawat itu kepada Ayah dan Ibuku dengan gemetar, sambil terisak-isak meninggalkan pesan: [Ayah, Ibu, Jovan nggak menginginkanku lagi. Apa kalian masih menginginkanku?]