MADU UNTUK ALINA
Begitupun dengan pemikiran Hanifah, hatinya yang tadi begitu bahagia bisa bertemu dengan sahabat karibnya, harus mendadak gelisah setelah menemukan titik terang maksut dari kedatangannya pada keluarga ini.
"Bisa Abah dan Umi jelaskan pada Hanifah maksut kedatangan kita ke ndalem ini?" selidik Hanifah dengan bibir bergetar.
"Nak, poligami itu tidak dilarang, selagi Alif merasa mampu bersikap adil padamu dan Alina kelak. Jangan menolak perjodohan ini, karena berkembangnya pesantren kita juga tidak luput dari campur tangan Kyai Fuad-- calon mertua kamu nanti, insyaallah," tutur Kyai Ahmad menggenggam lembut jemari Hanifah.
Hot Chapters