Jangan Paksa Aku...
Aku pun mencolek pipi Annya, untuk menghilangkan keheranannya.
“Kamu nggak usah bingung. Di sini bicara bukan soal kehormatan, atau ingin dihormati,” ujarku, sok berfilosofi. “Kamu tau libido laki-laki itu selalu berlebih. Tidak setiap saat, saya dapat memenuhi kewajiban saya. Apalagi pekerjaan saya sangat menyita waktu, hingga saya tidak siap melayani suami secara maksimal. Daripada saya jadi bingung dan suami uring-uringan. Timbul ide gila saya, saat ketemu dengan Safira. Saya ingin mengendalikan kelebihan libido suami saya dan agar dia tidak murung terus. Saya omong ama Safira dan usul untuk mengawinkan mereka. Safira tidak menolak karena Safira itu sangat mencintai Aditya sejak kuliah d
Hot Chapters