Sang Abdi
Arini menjawab mantap dengan suaranya yang lembut.
"Ayo, naik," ajak Farhan setelah duduk di sadel ATV.
Arini naik dan duduk di belakang Farhan dengan posisi mengangkang. Setelah memperbaiki letak ransel di punggungnya, Arini berujar, "Sudah, Pak."
Farhan menoleh sebisanya ke arah Arini yang di belakangnya, "Kamu gak keberatan pegangan di pinggangku? Jalannya menanjak."