SANG PENANTANG WURAKE
Pasalnya, wanita renta dengan wajah lelah itu beberapa kali terlihat mengangguk, berat.
Tak berapa lama setelah itu, tiba-tiba saja atmosfer sekeliling dipenuhi oleh aroma dariango. Wanginya sangat tajam, sampai-sampai banyak orang yang mendadak mengatup hidung dengan jari.
"Ampun... aku mohon, hentikan, aku tidak kuat lagi... aku tidak kuat lagi!"
"Aku mengaku salah, aku khilaf Bu Fatimah... mohon ampuni aku!"