Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Bahkan banyak yang duduk di atas pohon, pagar, dan atap rumah hanya untuk menyaksikan acara ini. Wayang kulit malam ini mengangkat lakon penutup: "Semar Bangun Kayangan", kisah tentang keharmonisan dunia manusia dan dunia gaib, yang diyakini sebagai simbol damai antara dua alam. Di tengah kemeriahan, para penari kuda lumping mulai melakukan tarian pembuka. Dentuman kendang dan suara gong semakin memicu semangat penonton. Namun tanpa diduga, salah satu penari perempuan—berparas ayu dan dikenal pendiam—mendadak jatuh terduduk. Tubuhnya bergetar, matanya menatap kosong ke langit.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai

Setelah Bercerai

Yang artinya itu putri Maha bersama dengan entah siapa nama wanita itu. Pagi hari yang cerah seketika redup. Oleh gulungan awan gelap di wajah Pulung Rinjani. Maha sampai-sampai takut untuk melirik. Perempuan itu menatapi secara tajam wanita di hadapannya tanpa berkedip sekali pun. Catat itu; TANPA BERKEDIP.
1.518.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 658 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Si Buta Dari Sungai Ular

Si Buta Dari Sungai Ular

Sraaangnghg! Cukup keras, menggema di gunung yang disebut Gunung Siguntang. Seorang lelaki berahang persegi berbaju hitam panjang berdiri dengan kedua kaki dipentangkan. Matanya yang hitam dan tak pernah berkedip menyiratkan sinar menggidikkan saat menatap julangan Gunung Siguntang dihadapannya. Sosok berambut panjang, kotor dan kusam mengeluarkan gerengan mengerikan. Rambutnya menjulai-julai dipermainkan angin. Ikat kepalanya yang berwarna hitam pula, begitu ketat berada di keningnya. Di tangan dan kakinya terdapat rantai besar, Suara 'Srang' yang terdengar tadi itu, berasal dari rantai' besar panjang pada kedua kakinya saat melangkah dan menggebah tempat itu. Sosok ganjil yang tak lain ada
1053.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai arti wayang gunungan
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
INovel terbaru saya PENDEKAR KERA SAKTI Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Menikah dengan Pariban

Menikah dengan Pariban

Usul Artha diterima dengan baik oleh mereka. “Masa seharian ini kita di sana?” tanya Raisa karyawan Ai. “Ya enggaklah Rai, kita ‘kan bisa ke Gundaling, Pagoda, melihat pabrik susu sapi, ke kebun strawberry, dan setelahnya kita bisa ke Lau Sidebuk debuk, bagaimana? Cocok kam rasa?” ujar Sahrini. Sudah macam pemandu wisata saja dia bisa dihapal tempat-tempat wisata yang ada di Berastagi ini bah.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 285 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Pertunjukan sebentar lagi akan dimulai tapi tempat di sampingnya masih kosong tapi Laiba sedang tidak terburu-buru menunggu dengan sabar pemilik kursi di sampingnya. Setelah pertemuannya dengan Fang Laiba tidak langsung kembali akan tetapi menikmati waktu luangnya, suasananya di Jogyakarta begitu damai menurutnya meskipun ada banyak orang dimana-mana kini duduk di tengah begitu banyaknya orang untuk melihat pertunjukan wayang orang dengan alunan gamelan yang indah. Setelah waktu berlalu beberapa saat seorang dengan jas hitam duduk di sampingnya aroma dari laki-laki itu sudah dapat dikenali oleh penciuman Laiba, mereka berdua tidak ada yang memulai pembicaraan maupun sapaan keduanya fokus pad
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Garis-garis irigasi mengalirkan air jernih dari Mata Air Gunung yang baru saja meluap, membelah lahan itu dengan presisi yang sempurna. "Ini..." Bonaga terpaku, suaranya tercekat di tenggorokan. Ia jatuh berlutut, menatap hamparan emas hijau yang melambai ditiup angin gunung. "Horas Debata Raja Mula Jadi Nabolon!" teriaknya pecah, memanggil nama Sang Pencipta dalam kepercayaan Batak dengan suara riang yang gemetar. "Mula Jadi Nabolon Mamborkati! Hita Diborkati! Hita Sude diborkati! (Tuhan Memberkati! Kita diberkati! Kita semua diberkati!)"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
KSATRIA TIGA JAMAN

KSATRIA TIGA JAMAN

ungkap Ajiraga. “Oh, jadi Mpu Sengkala itu adalahh bangsa Aria? Lalu kemana orang-orang Aria itu?” Tanya Macan Garung. “Orang-orang Aria itu sempat tinggal di sini membangun peradaban di Jawa termasuk tempat pemujaan di gunung Padang ini. Saat itu peradaban mereka sudah sangat maju, mereka tidak naik kereta yang digerakan oleh kuda atau sapi, lampu mereka tidak menggunakan api bahkan mereka bisa terbang mengarungi angkasa dengan burung besi. Kereta itu bergerak dengan sendirinya tanpa ditarik kuda, burung besi itu terbang tanpa bantuan kuda sembrani ataupun burung tetap digerakan oleh energi yang berasal dari batu yang kalian bawa itu. Namun ketika banjir besar menyapu, orang-orang Aria
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Ia melesat laksana anak panah yang melesat dari busurnya, bergerak ke arah selatan, menembus pedalaman Kanigoro, menuju puncak Bukit Ngobaran yang menjulur curam ke samudra selatan, seolah bibir yang haus mencium gelora ombak. Di atas tebing cadas yang begitu terjal, di mana deburan ombak laut selatan yang kejam menghantam karang dengan amuk ganasnya, Kayuwangi menemukan sosok istrinya. Ron Ayu berdiri tegak di ambang jurang, mengenakan pakaian serba putih yang berkibar ditiup angin laut yang kencang, rambutnya terurai panjang laksana untaian benang sutra hitam yang ditarik dewa. Di sana, di atas bebatuan karang yang kasar, ia telah menyiapkan sesaji upacara Sati, sebuah ritual berbelapati k
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

Balairung agung telah disiapkan: hamparan permadani halus dari Palembang, bau kemenyan tipis, dan tirai sutra menggantung di sisi dinding. Arya Wuruk berjalan maju dengan langkah mantap. Ia mengenakan kain panjang berhias motif kawung gading yang dipadukan dengan selendang bermotif naga Jawa—bukan naga bersayap seperti dalam dongeng asing, melainkan naga ular raksasa penjaga sumber air, simbol kekuatan kosmos. Tubuhnya tegap, sorot matanya tajam, membuat seisi pendapa mendadak hening penuh wibawa.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

tanya Resi Batara Gundawarma. “Gunung Jalar, perguruan Dewi Surya, Kawah Candradimuka, Pantai Bahari, Padepokan Sang Hyang Heuleut, dan Lembah Atas Angin,” tutur Lintang membuat kedua orang tua di sana langsung melebarkan mata. Bahkan Batara Sangga Dara sampai menganga di mana sebagian tempat yang Lintang sebutkan merupakan perguruan besar setara dengan Sekte Pedang Kahuripan.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai arti wayang gunungan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status