Seumur Hidup Terlalu Lama
"Syukurlah, Uma. Saya senang sekali mendengarnya. Percayalah, itu langkah terbaik untuk Anda dan anakmu."
Uma menutup matanya rapat-rapat, senyum kecil terbit di bibirnya. Untuk pertama kalinya dalam jangka waktu lama, ia merasa memiliki tujuan yang jelas untuk masa depannya.
***
Tiga hari sudah berlalu. Uma mulai terbiasa dengan rutinitas barunya sebagai ART paruh waktu. Setiap subuh ia naik angkutan kota ke perumahan Jade Garden. Setiap pukul enam pagi ia akan sampai ke rumah Bu Prapti. Paginya dimulai dengan mencuci piring, membersihkan kaca-kaca jendela dan perabotan serta menyapu dan mengepel lantai. Karena rumah itu sangat besar, pekerjaan baru selesai pukul dua belas siang. Upah haria