Menyesal Usai Mendua
Sedangkan ibu, sedikit banyak sudah mau berbincang juga denganku meski raut kekecewaan masih terlihat jelas di dalam kedua manik matanya.
Tak apa, aku sudah mulai bisa menerima kenyataan tentang hidupku ini. Karena hidup tak akan berhenti berjalan meski aku menyesali perbuatanku selama seribu tahun.
Terimakasih Tuhan, atas segala pelajaran yang telah engkau berikan padaku. Tanpa perjalanan hidup ini aku tak akan bisa mengerti tentang arti sebuah kesetiaan.
Kini, aku menyesal telah meninggalkan batu berlian untuk seonggok daging tak berguna. Semoga saja suatu saat nanti Namira akan menemukan lelaki yang jauh lebih baik dariku.