OBSESI MANTAN SUAMI
celetuk Marni yang mulai merasa kegerahan karena kipas angin yang hanya sebuah , tidak bisa mengurangi hawa panas di musim kemarau.
"Iya, Bu. Saya ke dalam dulu, ya," tukas Sarah dengan sopan. Ia lantas meneruskan langkahnya menuju area dalam, dimana sang perawat menunggunya dengan sopan di depan gorden yang tertutup separuh.
"Silakan, Bu. Buku pink nya Ibu bawa, bukan?" tanya sang perawat dengan sopan.
"Iya, dibawa, Bu. Ada di dalam tas ini," ungkap Sarah sembari menyodorkan tas selempang yang ia kenakan. Dimana sebelumnya telah Marni serahkan buku tersebut, sesaat sebelum nama Satria dipanggil.