Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku
Tidak ada lagi api obsesi yang membara di sana, yang tersisa hanyalah ketulusan dan rasa peduli.
"Selama ini, aku hidup dalam kegelapan yang kupikir adalah kekuatan. Aku memandang dunia sebagai bidak, dan aku memandangmu sebagai satu-satunya cahaya yang harus kurenggut agar aku tidak lagi merasa kesepian." Alaric memulai, setiap kata yang keluar terasa seperti ia sedang mencabut duri dari dalam dadanya sendiri. "Sikap impulsifku, pemaksaanku, dan ketidakmampuanku untuk menghargai kehendakmu... itu adalah kesalahan yang takkan bisa kuhapus hanya dengan kata-kata."