SARANG PREDATOR
Aku mengangguk lalu mendorong troli meninggalkannya tanpa sepatah kata pun.
Setelah mengambil Indomie dan saus, segera aku menuju kasir. Ando sudah tidak merengek minta dibelikan roti tawar, mungkin dia merasakan perubahan ekspresiku setelah bertemu Adib. Setelah sampai di meja kasir, pelan-pelan aku melirik ke belakang, dan sialnya, Adib mengantre tepat di belakangku. Dia mengenakan jins biru dan kemeja hitam. Untuk ukuran seorang pembunuh, dia terlihat tampan. Ah! Apa yang aku pikirkan! Aku tidak boleh memuji seorang penjahat seperti itu.
"Kakak siapa?" Ando bertanya kepada Adib, dan itu mengejutkanku.