Pesan Kotor Di Laptop Anakku
“Coba sebutkan, kamu minta apa sebagai imbalannya? Teman-teman Daddy sangat suka lho, dengan Kikan dan Dinda. Pilihanmu ini memang luar biasa keren. Daddy sampai takjub dengan kemampuanmu ini!”
Daddy melepaskan pelukannya. Memegang kedua pipiku dan menatapku dengan tatapan yang teduh. Wajah gendut dan hidung besarnya itu sungguh membuatku tak berselera. Apalagi bibir hitam tebal yang kini lapang ta tertutupi oleh kumis tebal. Penampilan pria gempal berkulit legam ini semakin membuatku ilfeel sejak cukuran begitu. Astaga, tahan, Ika. Sabar.
“Hmm, terserah, Dad. Daddy sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untukku.” Aku tersenyum kecil. Mencoba terlihat manis di hadapan pria sadis di depanku i