Janji Setia
“Aku sudah biasa hidup seperti yang kau katakan, tidak hanya aku, semuanya di sini begitu. Lalu apa yang membuatmu ragu, Kai? Bukankah lelaki sejati katanya menepati janji?”
“Aku tahu itu. Aku inginnya kau hidup bahagia dengan yang lain. Kita tidak bisa berbohong Nuwa. Hidup serba kekurangan dan tercekik membuat kita susah.”
“Yang lain itu maksudmu siapa, Kai?”
“Tuan Wong, pemilik peternakan kuda tempat aku bekerja. Dia sudah melihatmu. Katanya tunggu dua tahun lagi kau akan jadi cantik. Dia orang kaya, kalau kau mau aku bisa mempertemukanmu dengannya.”
Bab Populer