Mengingat wawancara itu, nama yang langsung muncul di kepala adalah 'Tong Hua'.
Di salah satu wawancara yang pernah dibaca banyak penggemar, dia menjelaskan bahwa nama pena itu menggunakan karakter '桐华', bukan '童话' yang berarti 'dongeng' dalam bahasa Mandarin. Ia menerangkan bahwa '桐' merujuk pada pohon paulownia—simbol klasik yang punya nuansa puitis dan budaya—sedangkan '华' memberi kesan kemegahan atau kecantikan. Jadi, maksud nama itu lebih ke nuansa estetis dan identitas penulis ketimbang arti literal 'dongeng'.
Penjelasan itu membuat aku lebih paham kenapa gaya ceritanya sering terasa anggun dan berbau sejarah, seperti di 'Bu Bu Jing Xin'. Mengetahui asal nama pena itu bikin membaca karyanya terasa lebih dekat; ada rasa kehati-hatian dan pilihan kata yang disengaja, bukan sekadar kebetulan.