Kakak Ipar yang Meresahkan
Zephyr termenung sendirian, dia mengkhawatirkan keadaan Aurelyn, dan entah ada di mana wanita itu.
“Kamu ada di mana, Aurel?” gumamnya mengusap wajahnya gusar.
Di ruang kerjanya, Zephyr masih duduk kaku, jemarinya mengepal di atas meja. Sorot matanya gelap, penuh kekhawatiran yang berbaur dengan amarah. Ia terbiasa menghadapi musuh, ancaman, bahkan pengkhianatan. Tapi kehilangan jejak Aurelyn membuat dadanya terasa sesak, seakan ada bagian dirinya yang hilang.
Hot Chapters