Menukar Takdir Istri Sang Adipati
Kain merah jambu pucat itu dihiasi dengan bordiran sepasang bebek Mandarin yang berenang bersama.
Tanpa sadar, Xuan mengangkat kain halus itu ke wajahnya. Ia memejamkan mata, menghirup dalam-dalam aroma bunga yang melekat kuat di serat sutranya, aroma dari tubuh Murong Shi. Di tengah bau lumpur dan peluh di Shangdi, wangi itu laksana oase yang menghidupkan kembali jiwanya yang nyaris redup.
"Kau benar-benar tahu cara membuat suamimu ingin segera pulang dan merengkuhmu, Shishi," bisik Xuan, suaranya sarat dengan hasrat yang mendalam.