Cinta Mati Bersama Kekecewaan Masa Lalu
Di foto itu, aku bergelantungan di punggung Warren, tersenyum dengan wajah penuh kebahagiaan.
Warren menatapku di dalam foto itu dengan saksama, seolah sedang mengenang sesuatu. Setelah beberapa saat, dia membanting bingkai foto itu ke atas meja, lalu menggerutu dengan nada kasar, "Mati? Kamu begitu mencintaiku, mana mungkin kamu tega mati?"
"Heh, Arabella, aku terlalu paham sama kamu. Semua yang kamu lakukan ini cuma trik murahan untuk mempertahankanku!"