Simpanan Ayah Mertua
"Bagaimana aku bisa ikhlas, jika takdirku seperti ini? Meski hidupku sudah bahagia dan sempurna, salahkan jika aku ingin ayah tetap hidup?"
Rendi menggeleng. "Tidak salah, Sayang." Mengahapus air mata yang mengalir di pipi Naya. "Tapi semuanya sudah tertulis dan tidak akan bisa diubah meskipun hanya sedetik saja. Sebagai manusia yang masih diberi kesempatan untuk hidup, kita, aku, dan kamu. Sudah diberi takdir dan kita harus terima.
Dan kita juga sudah menerima dua anugerah, sekaligus obat, pengganti hilangnya pelitamu yang telah tiada. Tidakkah kamu ingat itu, Sayang?"