Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

Pesona Kemolekan Istri Sahabatku

"Gimana rasanya naik kuda? Enak nggak?" Di atas punggung kuda yang berguncang, aku memegang pinggang ramping kakak ipar seksi itu. Roknya terus berkibar tertiup angin. Temanku sedang asyik bermain kartu di rumah yang tidak jauh dari sana, sementara aku, tepat di depan matanya, sedang menunggang kuda bersama istrinya yang seksi ....
53.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Panggung Gelap di Asrama Seni

Panggung Gelap di Asrama Seni

"Astaga, serius ... rasanya mau mati karena enak banget ...." Di dalam kamar asrama putri, seorang gadis yang seluruh tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun mengeluarkan suara yang menyerupai tangisan. Tubuh indahnya tersentak ke depan, kedua tangannya mencengkeram sprei, seluruh tubuhnya menegang. Aku memeluknya dengan erat, sampai dia terkulai lemas seperti lumpur di atas tempat tidur .... Saat aku menoleh, aku langsung melihat teman sekamarnya sedang menatapku. Wanita itu tampak merona merah, tangannya sedang memuaskan diri seiring gerakanku, membayangkan dirinya yang aku mainkan ....
826 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Upacara Kedewasaan Berdarah

Upacara Kedewasaan Berdarah

Di desa kami tidak ada laki-laki dewasa. Setiap gadis yang mencapai usia 18 tahun harus melakukan upacara kedewasaan bersama-sama di kuil leluhur. Gadis-gadis muda berpakaian indah berbaris untuk memasuki kuil. Saat mereka keluar, mereka semua menunjukkan ekspresi kesakitan sekaligus senang. Kakakku berusia 18 tahun, tapi Nenek tidak mengizinkan dia mengikuti upacara ini. Dia menyelinap ke kuil leluhur di malam hari dan berjalan dengan langkah tertatih-tatih saat keluar. Darah segar menetes di antara kedua kakinya.
15.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Pengasuh Untuk Tiga Generasi

Pengasuh Untuk Tiga Generasi

Demi membantu keuangan keluarga, aku bekerja sebagai pengasuh di rumah Tuan Linclon. Tapi bukan hanya harus mengurus dia dan anaknya, bahkan harus mengurus ayahnya juga." “Tuan Linclon, apa aku sudah boleh pulang?” Mereka berdua menatapku dengan mata tajam. Mereka langsung menarik tanganku dari dua sisi, lalu mendekatkan wajah mereka. “Tidak boleh pergi, kami belum kenyang!”
19.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 754 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Debaran di Gerbong Kereta Api

Debaran di Gerbong Kereta Api

Pacarku bersikeras mengajak sahabatnya, Yanika, berlibur bersama kami. Akan tetapi, dia tidak tahu bahwa Yanika adalah wanita penggoda yang mencoba merayuku dengan mengenakan celana dalam thong ....
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Hubungan yang Tidak Jelas

Hubungan yang Tidak Jelas

“Kamu cepat ya, aku tidur dengan ibu angkatmu, tadi beralasan ke kamar mandi untuk datang ke sini.” Sahabat ibu angkatku pernah melihat kekuatanku, malam hari dia diam-diam masuk ke kamarku. Wajah cantiknya memerah karena malu dan berseri-seri, tatapan matanya memikat hingga bisa meneteskan air. “Bibi Nia, kamu .…” Tubuhku kaku dan sedikit bingung, Bibi Nia sudah berlutut menelusuri kasur, membuka mulutnya dan mendekat ke sana.… Sedangkan ketika aku mendongak, melalui celah pintu tepat terlihat mata ibu angkatku yang terbelalak.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Pelukan Gadis Kereta yang Menggoda

Pelukan Gadis Kereta yang Menggoda

"Ugh, gatal sekali ... aku kepengin banget." Saat mudik untuk tahun baru, mahasiswi cantik yang tidur di ranjang bawahku di kereta tidur tiba-tiba kambuh penyakit tidur berjalannya. Dia menyilangkan kedua kakinya dan bagian pinggulnya terus menggeliat. Sudah lama aku ingin mencoba menikmatinya. Kini selagi dia masih mimpi, aku pun merangkak ke tempat tidurnya ....
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Masalah di Kebun Jagung

Masalah di Kebun Jagung

Di atas motor roda tiga menuju kota, kursi pengemudi yang sempit itu dipenuhi oleh aku, menantuku, dan sahabatnya. Kami bertiga berimpitan. “Sempit banget, bagaimana kalau ... aku duduk di pangkuan Paman Joni saja?” ucap sahabat menantuku itu sambil membalikkan badan dan duduk mengangkang di atas kakiku. Jalanan tanah pedesaan yang bergelombang membuatnya terus mendesah pelan. Tatapannya perlahan mulai sayu, dia menatapku dengan wajah menggoda yang tampak begitu bergairah. Sementara itu, menantuku yang melihat pemandangan ini memalingkan wajahnya dengan malu-malu, namun kedua kakinya tanpa sadar merapat kencang.
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku

Godaan Putri yang Diadopsi Sahabatku

"Papa Jordan, poseku ini sudah benar belum?" Di kolam renang, aku mengajarkan posisi yang benar kepada putri angkatku saat turun ke air. Saat membungkuk, bokongnya terangkat tinggi dan tidak sengaja menyentuh daerah intimku. Rasanya begitu menggelitik, tubuhku bagaikan dialiri sengatan listrik. Yang membuatku lebih kegirangan lagi adalah, karena gerakannya yang belum mahir, dia melompat sekuat tenaga hingga celana renangnya sempat melorot. Aku menerjang untuk menolongnya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk meronta dan memelukku dengan kuat hingga tubuh bagian bawahnya menempel erat. Sementara itu, ayah kandungnya melihat semuanya dari samping.
13.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

"Paman, aku gatal sekali. Ayah sedang keluar, tolong garukkan pakai sumpit." Di meja makan itu, putri temanku tampaknya terlalu banyak menyantap tiram. Akibat gejolak hormon yang tidak stabil, gairahnya melonjak drastis. Dia mengenakan rok mini, kedua tungkai kakinya yang mulus terbuka ke arahku, memamerkan celana dalam putih yang menggoda. Sudah bertahun-tahun aku hidup tanpa wanita. Begitu melihat area sensitif gadis muda itu yang sedikit mencekung, darahku langsung berdesir hebat. Aku membuka resleting celana, mengeluarkan milikku, lalu menggoyangkannya di hadapannya. "Apa enaknya pakai sumpit? Pakai punyaku saja untuk menggaruknya."
6.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai yuri 18+
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2122232425
...
37
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status