Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RADANIA

RADANIA

Jefan Rahardyaditia 2in Raka. An. 3in Me 4in Onil Pradipta Eh ada pak boss, kirain gue udah lewat canda lewat🖕 Bima Gheraldii Wah nyari mati lo @Onil Pradipta Jefan Rahardyaditia Butuh kang santet online? @Ragaarsen.V Me Rumah sakit or kuburan? @Onil Pradipta Ajalnya otw @Bima Gheraldii
9.54.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Firdaus

Firdaus

Firdaus pun menurunkanku. Mas Iman muncul tepat setelah aku keluar dari area lapangan basket. ☁ Malam itu seseorang misscall hp-ku saat aku hampir saja memejamkan mata. Kemudian sebuah pesan masuk ke aplikasi chat. save ya. Aku membalasnya. siapa? Langsung di-read olehnya dan langsung dibalasnya. firdaus yg paling ganteng unyu2 sedunia uwu :*
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Pria Pertama

Jerat Cinta Pria Pertama

Tok tok tok "Masuk." "Wow, sibuk nampak." Muncul seorang lelaki muda berparas tampan, ada iras lelaki Arab kalau diperhatikan, dia adalah Zaidan sepupu Harris yang bekerja di perusahaan suaminya. "Zai, masuk lah." "Aku datang mau minta tanda tangan Bu boss." Rania tertawa dan menggelengkan kepala mendengar ucapan Zaidan itu, sepupu ipar merangkap teman seuniversitasnya itu memang pintar bercanda.
1010.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Istri Sah Presdir Arogan

Istri Sah Presdir Arogan

jawab Zsazsa dengan delikan yang segera membuat keempatnya enyah dari hadapannya. “Suara tawa mereka begitu berisik,” racau Zaiden. Menghabiskan tegukan terakhir di botolnya sebelum melemparnya ke tanah berumput yang ada di sampingnya. Lalu mengambil salah satu piring berisi kue coklat. Mencicipinya satu kali dan mengembalikannya ke tempat. “Terlalu manis,” komentarnya. Meletakkan piring tersebut di pangkuan Zsazsa. “Aku sedang diet, Zaiden,” delik Zsazsa. Mengambil piring tersebut, yang malah tumpah ke bajunya. “Ck, sialan kau, Zaiden.”
10118.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Jodoh Karena Wasiat

Jodoh Karena Wasiat

Dina pun masuk dan menutup kembali pintunya dari dalam. "Selamat pagi tuan," safa Dina sambil membungkukkan badannya sedikit. "Pagi, kamu seseorang mahasiswa yang akan magang di sini kan ?" Tanya Zayyin. Zayyin adalah seorang supervisor muda, usianya masih 35 tahun dan dia belum menikah. Zayyin merupakan seseorang yang memiliki wajah yang tampan karena keturunan turki serta dia memiliki kepribadian yang humble sehingga dia mudah berbaur dengan orang lain, dan tentunya orang lain banyak yang menyukainya. Meski usianya sudah memasuki kepala 3 namun dia masih terlihat muda, tidak heran selain karyawan yang di sana yang menggemari dirinya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Me and My Broken Pieces

Me and My Broken Pieces

cibir Hening menatap Dewa tajam, tepat di bola mata yang kecoklatan, tanpa rasa takut sama sekali. “Jadi ini, yang katanya bisa kamu selesain sendiri Sa?” ujar Zaid sembari berjalan menghampiri Esa. Zaid melinting lengan bajunya hingga memperlihatkan sebuah tato kecil di pergelangan tangan. Hening menajamkan matanya, sepertinya ia tidak asing dengan tato tersebut.
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

tanyanya hati-hati. *
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Jatuh Bangun sang Pengacara Cantik

Lagi pula, Kaivan memang tidak pantas mendampingi Adeline. Zaid menyimpan ponselnya dan tidak menelepon Levi lagi, melainkan segera menyusul Kaivan. Setelah mengantar Kaivan pulang, Zaid pun kembali ke rumah. Dia berpikir sejenak sebelum akhirnya menelepon Adeline. Telepon berdering beberapa kali sebelum akhirnya tersambung. "Halo, siapa ini?" "Adeline, ini Zaid." Suasana di ujung telepon hening sesaat sebelum terdengar lagi suara Adeline. Kali ini, suaranya terdengar lebih dingin dari sebelumnya.
9.8258.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Waahhhhh banyak sekali rasanya..." Rendra berdiri disampingnya. “Pilih saja.” Selin mencoba beberapa tester kecil. “Hazelnut enak, pistachio juga enak.” “Ambil aja semua." Selin tertawa. “Kamu ini.” “Kenapa?” “Seolah aku anak kecil yang lagi jajan.” Rendra tersenyum. “Mungkin seperti itu.” Selin akhirnya memilih pistachio dan salted caramel. Mereka duduk di meja kecil dekat jendela.
10708 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai zaidan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status