Cinta Yang Salah
aku telah membalas ketulusannya dengan pengkhianatan.
"Kakak, aku sayang kamu," ungkap ku dan mencium pipinya.
Memang aku sangat menyayanginya, tapi, cinta yang salah tempat ini, yang sudah tumbuh dan bersemayam dalam hatiku, membuatku tak sengaja menebar racun yang kapan saja bisa membunuhnya, membunuh batinnya, dan rasa kepercayaanmu, terhadapku.