Bosku, Mantanku!
“Gue kok, punya firasat negatif sama Bos lo, ya.”
Hanya dipancing dengan pernyataan simpel dari Sera, hatiku dengan teganya berkhianat. Aku memberikan perhatian lebih pada Sera. Ingin mendengar lanjutan dari pernyataannya yang belum lengkap. Padahal tadi dengan tegas aku sudah meneguhkan hati untuk bersikap bodo amat tentang apapun yang berhubungan dengan pak Mahesa, tetapi entah kenapa kupingku sensitif sekali jika mendengar nama bosku disebut. “Firasat apaan?”