Hubungan Cinta Rahasia
Hubungan Cinta Rahasia
Author: Lusia
PROLOG

Suara pintu terbuka dan derap langkah kaki beradu dengan lantai mamer. Wanita itu masuk ke dalam rumahnya sambil membawa benda besar dengan pita unggu yang mengikat dan meletakan di atas kursi. Dia Yura, dokter muda sebagai psikiater di rumah sakit Serendipity. Yura pun membuka benda besar itu dan merobek kertas sebagai pembungkus, ternyata isinya sebuah foto besar yang sudah dibingkai, dia langsung memajang di dinding.

Yura tersenyum memandangi foto keluarga. Alena berdiri di tengah-tengah Yura dan suaminya, sedangkan Yura tersenyum memegang sebuket bunga. Setelah puas memandangi, dia masuk ke kamar, meletakan tas kerjanya di meja. Meja yang ada foto pernikahan mereka dan foto anak pertama Yura, bernama Alena Calista. Tidak hanya itu, di atas meja juga ada sebuah penghargaan kehormatan Dokter, bertulis nama Ayura Azhari. Waktu berjalan dengan cepat, buktinya pernikahan sudah berjalan 5 tahun hingga sekarang. 

Yura bercemin sebentar lalu melepaskan jas hitam dan stoking hitam, mengganti pakaian rumah. Kemudian Yura menuruni tangga menuju ke dapur untuk melepaskan dahaga, tapi saat berada di sana, matanya terarah ke foto besar yang terpajang tak jauh dari sana. Yura menjadi ingin melihat sekali lagi foto tersebut, dia sempat menggeser foto itu karena menurutnya terpajang miring dan tidak lurus.

Setelah itu Yura bertepuk tangan tanpa suara sembari berjalan mundur untuk memandangi foto keluarganya dari jarak agak jauh. “Sempurna,” lirih Yura bahagia.

*** 

Malam ini hujan deras mengguyur kota Jakarta. Seorang lelaki turun dari mobilnya, berlari sambil menutupi kepalanya dengan jas hitam. Gavin Carlos, Dia seorang karyawan di sebuah perusahaan. Gavin masuk ke dalam rumah dengan keadaan sedikit basah, melepaskan sepatu pantofelnya dan memakai saldal rumah yang telah disediakan oleh Yura. Gavin melangkah menuju kamarnya, melihat Yura tengah tertidur miring. 

Gavin menelan saliva memperhatikan tubuh Yura yang hanya memakai lingerie, mempertontonkan punggung mulusnya. Gavin menaiki ranjang, membelai pipi Yura dengan lembut, menyelipkan helai rambut ke daun telinga, hal itu membuat Yura terbangun. 

“Kamu baru pulang?” tanya Yura dengan suara serak khas orang baru saja tidur. Matanya membuka perlahan.

Gavin mengangguk. “Apa Alena sudah tidur?”

“Saat aku pulang, dia sudah tidur dengan pulas. Kamu tak perlu mencemaskannya,” jawab Yura. “Alena sudah mengerti kamu bekerja keras hingga larut malam demi menghidupi keluarga.”

Gavin tersenyum miris. “Lain kali Aku akan pulang cepat agar bisa bermain dengan Alena,” ujar Gavin. Setiap Gavin pulang bekerja pasti Alena sudah tidur, Gavin tau, Alena mengharapkan dirinya pulang cepat.

Yura menganguk kecil. Peri kecilnya memang selalu merengek dan bertanya-tanya kapan Gavin pulang bekerja lebih awal. “Itu yang selalu di nantikan oleh Alena,” kata Yura. Yura merubah posisi tidurnya, tangannya mengalungkan ke leher Gavin. 

Gavin memandang wajah cantik Yura. “Cantik,” puji Gavin membuat kedua pipi Yura bersemu merah. Gavin kemudian mengecup sekilas bibir Yura, membelai wajah Yura lalu mengecup sekali lagi ke bibir Yura hingga keduanya saling berciuman panas, semakin dalam dan dalam ciuman tersebut.

Jari lentik Yura membuka kancing kemeja Gavin dengan menggoda dan mengerling matanya. Given semakin tak sabar, dia melumat bibir Yura dengan sangat lembut dan memberi tanda di leher Yura. Hingga keduanya terbawa dalam kenikmatan duniawi.

DMCA.com Protection Status