เข้าสู่ระบบMengetahui pria yang dicintainya telah beristri adalah kehancuran terbesar bagi Karin. Dalam pelarian dari rasa sakit hati, kecelakaan tragis mempertemukannya dengan Reynard—pria kaya bersikap dingin yang perlahan menawarkan ketenangan dan masa depan baru. Karin berusaha merajut asa, mencoba mencintai Reynard yang didukung penuh oleh sang ibu. Namun, tepat saat Karin hampir melupakan lukanya, Aska kembali muncul. Terjebak di antara masa lalu yang belum usai dan masa depan yang hampir ia genggam, Karin dihadapkan pada skandal keluarga yang kelam. Ketika sebuah rahasia besar mulai terkuak, sanggupkah Karin menghadapi kenyataan yang akan mengubah seluruh hidupnya? ...............***..................
ดูเพิ่มเติมAku memutuskan untuk mengikuti saran Aska. Setiap kali rasa bosan melanda dan tidak ada aktivitas yang berarti, aku meminta Arum untuk tidak datang ke apartemen. Sebagai gantinya, aku akan terbangun saat fajar menyingsing, lalu mulai membersihkan seluruh ruangan dan menyiapkan hidangan.Seperti pagi ini, aroma masakan memenuhi dapur. Selesai memasak, aku segera menata hidangan di meja makan. Namun, karena Aska belum juga keluar dari kamarnya, aku terpaksa melangkah ke sana untuk mengajaknya sarapan."Aska, makanan sudah siap," ucapku lembut."Iya, sebentar lagi," jawabnya singkat.Ia menoleh sekilas ke arahku sebelum kembali menghadap cermin, tampak sibuk bergelut dengan simpul dasinya."Sepertinya dasi ini sedang tidak bersahabat denganku pagi ini," gerutunya pelan.Aku melangkah mendekat, merasa terpanggil untuk membantu. "Biarkan aku yang melakukannya. Kamu bisa terlambat jika terus bertengkar dengan selembar kain itu," godaku sambil meraih ujung dasinya.Untuk pertama kalinya
Keesokan harinya, Aska mengajakku keluar. Ia membelikanku banyak pakaian dan perlengkapan wanita. Kami menghabiskan waktu di tempat-tempat yang kusukai, mulai dari mengunjungi toko buku hingga menikmati es krim di pinggir jalan."Kamu sudah puas berjalan-jalan hari ini?" tanya Aska dengan suara lembut saat kami sudah berada di dalam mobil.Aku mengangguk antusias sembari terus menikmati es krim di tanganku.Ia terkekeh pelan. "Dasar gadis kecil. Makan es krim saja sampai berantakan seperti ini."Aku tertegun saat ia mengulurkan tangan. Ibu jarinya menyapu sisa es krim di sudut bibirku dengan gerakan perlahan. Mataku mengerjap beberapa kali. Sentuhan lembut itu seolah mengalirkan aliran listrik yang mengejutkan ke seluruh tubuhku."Mari kita pulang. Kamu pasti sangat lelah," lanjutnya sebelum aku sempat memberikan respons.Sesampainya di apartemen, aku meletakkan semua tas belanja di atas meja. Tanpa membuang waktu, aku langsung menjatuhkan diri di atas sofa panjang ruang tamu."Tidak
Aku pernah menginjakkan kaki di apartemen milik Mira, namun unit itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat ini. Inilah yang agaknya disebut sebagai hunian kelas atas. Ruangannya begitu lapang, dihiasi perabotan mewah yang memanjakan mata. Sayangnya, hanya ada satu kamar tidur utama di sini.Sejak melangkah masuk, aku lebih banyak diam. Pria itu menyuruhku mandi dan aku menurut tanpa banyak tanya."Mandi dulu, bersihkan dirimu dari sisa kekacauan malam ini," katanya pelan saat kami baru sampai di depan pintu.Setelah selesai, ia memintaku masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian."Di kamarku, pakai saja apa yang ada," tambahnya.Di atas tempat tidur, ia telah menyiapkan satu set pakaian bersih untukku.Aku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar, memastikan tidak ada orang lain di sana."Apakah dia akan masuk tiba-tiba?" gumamku cemas.Dengan gerakan cepat, aku mengenakan pakaian tersebut, lalu merebahkan diri di atas kasur yang empuk.Pikiranku seketika melaya
Aku terdiam, terpaku di tempatku berdiri. Sementara itu, mata Arif berbinar penuh ketamakan."Seratus juta? Kamu serius? Tentu saja, ini nomor rekeningku!" seru Arif dengan nada gemetar karena senang.Ia segera menunjukkan nomor rekening melalui ponselnya.Proses itu tidak memakan waktu lama. Setelah memastikan uang masuk ke rekeningnya, arif tersenyum lebar."Kita memang tidak saling mengenal, tetapi terima kasih banyak," ucapnya. "Kamu benar-benar penyelamatku, kawan!" pungkasnya tanpa rasa malu."Arif, kamu sudah menerima uangku lebih dulu! Jangan berkhianat!" Temannya yang tadi merasa tidak terima dan mulai tersulut emosi. "Kamu tidak bisa melakukan ini! Kesepakatan adalah kesepakatan!""Aku kembalikan uangmu. Maaf saja, nominalmu jauh lebih kecil, jadi jangan banyak protes." Arif melemparkan kembali sepuluh juta itu ke atas meja dengan angkuh. "Urusan kita selesai.""Sekarang wanita ini sudah menjadi milikku sepenuhnya. Jangan pernah berani mengganggunya lagi, jangan menemuinya,












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.