LOGINLeonor Erica tidak pernah menyangka bahwa kehidupan dewasanya akan berakhir di sebuah rumah bordil paling mewah di New York. Ia harus menerima kenyataan bahwa pekerjaannya kini adalah sebatas memuaskan para petinggi yang datang ke tempat elit tersebut, ia bahkan rela mengubah namanya menjadi Rosse demi menekuni pekerjaan itu. Namun, pada suatu malam yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, ia bertemu dengan tamu VVIP yang sangat dinantikan oleh Madam Jane, pemilik bar tempat Erica bekerja. Tamu yang harus ia temani malam itu adalah mantan kekasihnya, pria yang ia putuskan secara sepihak sehari sebelum kelulusan mereka dari bangku kuliah. Adam Kingsley, pria yang kini digadang-gadang sebagai pebisnis paling kaya di New York. Namun, pria itu langsung mengenalinya. “Kau masih sama..masih ahli dalam mendesah, Leanor.”
View More"Maaf, Nyonya Erica. Kami sudah menemukan pendonor yang sesuai, tapi... mereka memasang harga tiga kali lipat dari sebelumnya," ucap dokter di hadapan Erica. Erica hanya termenung dengan kedua tangannya saling memilin di atas pangkuan. Jumlah uang yang disebutkan dokter itu terasa mustahil untuk ia dapatkan, apalagi dalam waktu dekat. "Nyonya Erica?" panggil dokter itu lagi, kali ini terlihat sedikit cemas karena Erica tidak menjawab sejak tadi. Erica mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Tolong sampaikan pada keluarga pendonor, beri aku waktu beberapa hari, Dokter. Aku janji akan membawa uang itu." Dokter itu tampak ragu, namun melihat kondisi Erica yang begitu memprihatinkan membuatnya tak tega untuk menolak. Akhirnya, ia hanya mengangguk pelan. Siang itu, Erica keluar dari area rumah sakit, berjalan dengan langkah yang gontai. Dari mana bisa ia mendapatkan uang sebanyak itu? Ia benar-benar merasa sangat frustasi saat ini. Apalagi mengingat
Adam baru saja keluar dari kantornya dan kini berada di dalam mobil, dengan Sebastian yang setia duduk di kursi kemudi. Gila kerja adalah julukan yang sudah mendarah daging dalam diri Adam Kingsley. Sejak kepergian Erica, hidupnya hanya dihabiskan untuk bekerja—seperti mesin tanpa jiwa. Tapi jika harus bekerja hingga tengah malam? Itu sudah masuk dalam kategori kegilaan yang tak tertoleransi. Bahkan sekarang waktu sudah menunjukan dini hari. Adam menoleh ke arah Sebastian dengan nada datar. “Bagaimana kabar terbaru dari Leanor?” Dari helaan napas Sebastian yang berat, Adam langsung tahu bahwa berita yang akan ia dengar bukan kabar baik. “Nyonya Leanor pergi ke bar langganannya dan mabuk-mabukan bersama seorang gadis berambut pirang.” Adam mengusap wajahnya dengan frustasi sebelum mendesis, “Kenapa Leanor masih berteman dengan gadis aneh itu?” Adam menatap lurus ke depan, matanya tajam dan suaranya penuh sarkasme. “Kau tahu, Sebastian, namanya Lusy Smith. Campuran Rusia, da
Enam tahun yang lalu Erica menatap Adam yang tengah memakai kembali pakaiannya. Seperti malam sebelumnya, pria itu juga menginap di kamar asrama Erica. Malam itu mungkin menjadi malam terakhir mereka, karena keesokan harinya Adam akan pergi ke Swiss untuk menemani ayahnya dalam perjalanan bisnis. Meski ini adalah tahun terakhir Adam di perguruan tinggi, tapi ayah Adam sangat berambisi untuk memberi teori-teori kepemimpinan kepada putranya—meski Erica tidak terlalu yakin dengan itu. Kepergian Adam seolah hanya siasat agar pria itu menjauh darinya—menjauh dari gadis beasiswa yang digosipkan sering menghabiskan malam dengan Adam. Sadar diperhatikan, Adam akhirnya membalikkan badan. Ia tersenyum saat melihat Erica menatapnya sambil berbaring dengan selimut menutupi tubuh telanjangnya. Itu adalah pemandangan paling seksi menurutnya. "Sayang, jangan menatapku seperti itu. Kau tidak akan mengambil risiko jika aku membatalkan keberangkatanku, kan?" ucap Adam dengan suara lembut.
Pagi itu Adam bangun karena cahaya matahari menerobos melalui tirai dan mengganggu pandangannya. Setelah menggerak-gerakkan tubuh dan mengerjab beberapa kali, akhirnya Adam bisa membuka matanya dengan sempurna. Satu hal yang langsung terbesit dalam benaknya adalah Leanor Erica. Rahang Adam perlahan mengeras saat melihat ruangan itu sudah sepi, tidak ada tanda-tanda gadis bergaun ketat yang mendesah di atas tubuhnya tadi malam. Dan Adam benci setiap kali teman satu ranjangnya pergi sebelum ia bangun. Dimatanya itu seperti sebuah peghinaan. Adam meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang. Pada dering kedua, seorang wanita menyahut dari sana. “Nyonya Jane, tidak ku sangka pelayanan yang kau berikan sangat buruk. Aku membayar satu setengah juta dolar bukan untuk melihat ranjang di sebelahku kosong. Rosse kecilmu kabur sebelum aku membuka mata pagi ini.” Suara gugup Madame Jane terdengar dari sana. “Maaf, Tuan Adam. Jika itu mengecewakanmu, aku akan mengirim gadis terbaik ka












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.