LOGINAditya dan Sera sangat terpukul saat mengetahui sang ayah tewas dalam kecelakaan. Kehidupan mulai berubah. Demi bertahan hidup, Aditya rela menjual bunga-bunga kesayangannya dan koleksi buku milik Sera. Belum habis masa berkabung, keduanya harus menghadapi Tomi, pembunuh berdarah dingin yang mengincar nyawa mereka. Aditya dan Sera tidak bisa lari begitu saja karena Si Pembunuh mengetahui rahasia besar sang ayah yang disembunyikan selama 13 tahun.
View MoreBaru saja memasuki perkarangan belakang, Aditya langsung menghampiri jajaran kantong plastik hitam yang terletak di petak sebelah timur, tempat di mana bibit sawi hijau tersemai dengan rapi. Dengan cekatan, kedua tangannya mengambil sebuah kantong dan mengamati dengan jeli tiap butiran tanah. Tak lama berselang, sebuah senyuman tipis terkembang saat mendapati semburat warna putih pada benih sawi yang menjadi kehidupan awal sebuah tanaman. Cukup puas memandangi peliharaan barunya –dan setelah berulang kali menggumamkan sesuatu– ia kemudian memutar tubuh menghadap petak-petak lain yang dipenuhi bunga. “Jika aku bisa memilih, aku tidak akan menjual kalian begitu saja, tapi apa boleh buat. Maafkan aku." Pemuda tersebut bergumam sendu dan dengan lembut ia mulai membelai salah satu bunga freesia berwarna merah muda, seakan tengah membelai rambut seorang gadis. Ia terdiam dan menatap jauh ke arah hamparan bunga yang menghias. Melihat keindahan bunga-bunga, membuatnya kembali teringat masa l
“Kak....,” Sebuah panggilan terdengar dari gawang pintu kamar Sagara. Temaram cahaya lampu ruangan perlahan-lahan mulai menampakkan sosok gadis berambut merah yang tengah sibuk merapatkan sweter biru usang. Udara di malam itu terasa lebih dingin akibat hujan sore yang mengguyur selama tiga jam lamanya. Serangga-serangga hutan yang biasanya menyemarakkan malam lebih memilih untuk menetap di sarang, berpesta dengan menghabiskan sisa makanan, atau berdiam untuk melindungi tubuh dari tetesan-tetesan air yang bisa menghujani setiap waktu. Panggilan Sera yang tiba-tiba membuat Aditya tersentak dari lamunan dan sejenak membekukan kedua bibir yang sedari tadi digerakkan oleh gumaman. “Huft Sera, kau mengagetkanku saja,” timpalnya menghembuskan nafas keras, cepat-cepat menyelipkan selembar kertas dan pena di saku baju dan langsung menyibukkan diri mengeluarkan barang-barang Sagara dari sebuah kardus besar. Sera melangkah masuk dengan menyapukan mata hazelnya ke seluruh penjuru kamar. Tidak
“Ini kembaliannya, terima kasih!” ujar penjaga toko seraya menyerahkan beberapa lembar uang seribuan lusuh dan sebuah kantong plastik berwarna putih.Aditya mengangguk tersenyum lantas meninggalkan toko dan berjalan cepat menuju sebuah pohon rindang, dimana Sera tengah menunggu di bangku kayu. Namun, hanya menyisakan jarak beberapa meter, langkah pemuda tersebut berhenti saat menyadari Sera hanya terdiam menatap ke arah kaki bukit yang tesamarkan oleh polusi. Sedangkan buku tebal miliknya digeletakkan begitu saja, seakan tidak peduli meskipun berulang kali lembarannya bergerak dimainkan angin. “Maaf ya sedikit lama. Entah kenapa pemilik toko itu tidak memajang keripik pisang kesukaanmu di rak,” ujar Aditya menghampiri sang adik setelah cukup lama terpaku. Bunyi berisik dari kantong plastik terdengar saat melangkahkan kaki, menari-nari di udara.Sera hanya membalas dengan senyuman tipis lantas berdiri sambil mengibas-kibaskan rok merah dengan motif kotak-kotak untuk menghilangkan buti
Raut wajah Sera tercengang saat menyadari kamarnya berubah menjadi tempat asing, sebuah dunia yang hanya diselimuti warna putih. Mata hazelnya menyelam ke seluruh penjuru, berusaha menemukan sesuatu yang dapat menjelaskan dimana dirinya berada. Nihil, ruangan tersebut tampak seperti ruangan tanpa batas, tanpa suara maupun setitik noda yang mengotori. Bahkan ia pun tidak tahu dimana saat ini kakinya berpijak. Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa berada di tempat aneh seperti ini, padahal beberapa saat lalu dirinya masih berada di kamar bersama sang kakak.“Kak Adit...” Sera mulai membuka suaranya yang terdengar parau dan menggema nyaring. Kedua kakinya mulai dilangkahkan dengan takut-takut, seraya berharap bahwa dataran putih yang diinjakknya bukanlah dataran yang rapuh. Kedua tangannya meraba-raba di udara, mencari suatu dinding atau apapun untuk berpegang. Ia benar-benar seperti orang buta di tempat yang terang.“Ayah, bagaimana baju baruku?”Sebuah suara mengalihkan perhatia
“Sera...” Aditya memanggil pelan dari balik pintu kayu yang warnanya hampir menghitam. Sera yang tengah duduk di ranjang hanya terdiam tanpa menyahut. Beberapa bekas air mata yang telah mengering menghiasi wajah. Kedua matanya yang sembam menatap bingkai kecil di tangannya. Memandangi dengan lekat
Dua Hari yang lalu.... “Ayah, ada surat dari— Astaga, kenapa berantakan sekali,” gerutu Sera tepat ketika ia berhenti di tengah gawang pintu kamar yang berada di ujung lorong. Mata hazelnya membulat saat beberapa tumpukan buku tebal tak beraturan terlihat memenuhi lantai. Mirip seperti bebatuan h
Puluhan pagar manusia memenuhi bantaran sungai Reka –salah satu sungai dengan lebar yang mencapai tiga ratus meter. Sungai tersebut mengalir di pinggiran timur pusat kota, sekitar lima belas kilometer dari Bukit Bruma dan telah berjasa menghidupkan peradaban. Beberapa pasang mata menatap ke arah se
Hari itu terlihat sama seperti hari-hari sebelumnya. Kabut tebal selalu menyelimuti seluruh permukaan bukit Bruma. Butiran-butiran air pembentuknya telah mengotori udara saat benang langit pagi mulai terbentuk. Bermain di udara bersama angin yang sesekali bertiup sangat pelan dan menyamarkan bentuk






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews