LOGINLOVE On TERMS. รักมั้ยเพื่อน? 'เดือนฉาย x พะพาย' ... เพราะอยากมีรักใหม่หลังจากที่โดนนอกใจ ทำให้ 'พะพาย' ยอมเปิดใจคุยกับรุ่นพี่ในคณะ ทว่า! เมื่อ 'เดือนฉาย' เพื่อนสนิทห้องเรียนเดียวกันได้ยินเข้า เขาก็รีบเตือนทันทีให้ถอยห่างรุ่นพี่คนนั้น แต่มีหรือที่ยัยตัวดีจะเชื่อฟัง ยังคงดื้อรั้นคุยต่อจนเกิดเรื่องที่น่าปวดหัวรัญจวนจิตใจ! ...ก็ใครจะไปคิดว่าแค่ลองคุยๆ ไม่ได้จริงจัง เพราะความสัมพันธ์แบบคนคุยก็ฮิตกันจะตาย และแล้วคำเตือนที่ออกจากปาก 'เพื่อนสนิท' ก็เห็นผลทันตา ชนิดที่เกิดเรื่องว้าวุ่นหัวใจกันยันเรียนจบกันเลยทีเดียว พะพาย : "ฉาย มันเกิดอะไรขึ้น?" เดือนฉาย : แก้ผ้าอยู่ด้วยกันบนเตียง ยังจะให้กูอธิบายอีกเหรอ" ...
View More“Ah… Terus Mas.”
Lenguhan terdengar ketika Alea hendak masuk ke dalam kamar. Buah tangan untuk sang suami jatuh begitu saja. Dengan tangan bergetar, dia membuka pintu. Pagi itu, Alea berniat memberi kejutan untuk suaminya. Tapi ... siapa sangka kini justru Alea sendiri yang terkejut kala pemandangan polos suaminya yang terlihat menggagahi seorang wanita nampak jelas di depan mata. Sontak tangisnya keluar, disusul dengan suara lantangnya. “Apa yang kalian lakukan?!” Detik itu juga, Rian, suaminya, buru-buru menarik tubuhnya. Pria itu terlihat terburu-buru mencari celana, sementara kekasihnya, Sheryl, menutup tubuhnya dengan selimut.Usai memakai celana, Rian berjalan mendekati Alea dengan senyuman manisnya. “Sayang, kamu sudah pulang? Kenapa tidak menghubungi aku?” Mendengar kata sayang, seketika membuat Alea geram, sehingga dirinya tak kuasa melayangkan tamparan tepat di pipi sang Suami. “Jelaskan semua ini!” Teriaknya yang diikuti tangisan keras. "Tidak ada yang perlu dijelaskan, semua seperti yang kamu lihat." Jawab Rian santai. Selama menikah dengan Alea, Rian tidak pernah sekalipun menyentuhnya karena penyakit yang Rian derita. Namun, kali ini, dia melihat sendiri suaminya dengan perkasa menggagahi perempuan lain di ranjang. Apa artinya selama ini dia dibohongi? “Bukankah kamu sakit, Mas!? Bagaimana bisa berhubungan dengan wanita lain?!” Tatapan tajam Alea melesat ke sang suami. “Menurutmu bagaimana?” Ucapan Rian membuat Alea mengerutkan alis. “Apa maksud kamu?” Tanyanya bingung. Rian justru membalasnya dengan tawa yang menggelegar, “Aku sehat, Alea! Sempurna! Tidak sakit sama sekali!” Merasa dibohongi, Alea sangat marah dan kecewa. Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk menahan nafkah batin yang tak terpenuhi. Selama ini, hasrat yang terkadang mencuat harus dia tahan kuat-kuat. Tapi, hari ini semua kebusukan suami tercintanya terkuak, menyisakan sakit hati yang teramat sangat."Tega kamu Mas!" Tangisan Alea semakin keras, sejurus dengan sakit hatinya.
Pantas dulu Rian enggan ditangani dokter. Dia hanya mau melakukan pengobatan herbal saja, ternyata memang tidak sakit sama sekali. Tangan Alea bersiap untuk menampar suaminya kembali, tapi dengan cepat, Rian menangkap tangannya. “Jangan coba-coba memukulku, Alea! Memangnya kamu siapa?” Dengan keras, dia membuang tangan Alea. “Karena kamu sudah tahu, maka aku tidak perlu bersandiwara lagi.” sambungnya. “Sandiwara?” tanya Alea, menautkan alisnya. “Ya, aku menikah denganmu hanya karena harta! Penyakit itu hanya akal-akalanku saja agar aku tidak menyentuhmu!” Tawa keras menggelegar dari mulut Rian, sementara Alea menangis kesakitan. “Biadab kamu Mas!” Teriak Alea lantang. Mendengar pengakuan dari suaminya sendiri, Alea sangat terkejut. Dia tak pernah menyangka, bahwa selama ini, ia memuja pria dengan kelakuan macam binatang. Sakit hati dan marah, Alea mengusir Rian dan Sheryl. Detik itu juga, dia memutuskan akan menceraikan suaminya itu. "Pergi dari sini! aku ingin kita berpisah!" “Kamu mengusirku?” Rian menyeringai menatap Alea. Respon dari sang suami membuat Alea mengingatkan kembali jika semua yang Rian nikmati adalah fasilitas darinya. Alea juga menjelaskan pada Sheryl jika Rian adalah seorang yang tidak memiliki apa-apa. "Kamu pikir dia kaya? dia hanya pria pengangguran yang aku angkat derajatnya!" Namun, Alea bingung saat Sheryl tak memberikan respon. Wanita yang baru saja merusak rumah tangganya itu tidak terkejut sama sekali, dan justru tertawa puas. "Aku tahu kok! Asal kamu tahu, saat kamu menikah dengannya, kami sudah menjalin kasih." Perkataan Sheryl membuat Alea kembali terkejut, jadi semua memang sudah mereka rencanakan. "Pergi kalian dari rumahku!" Teriak Alea frustasi. Raut wajah Rian masih sama, tak ada rasa menyesal, apalagi khawatir ketika Alea mengusirnya. Sebaliknya, pria itu justru tertawa bahagia. “Kamu yakin bisa mengusir kami, Alea?” "Tentu saja! Apa kamu lupa? Ranjang tempat kamu bercinta dengan pelakor itu, rumah ini, semua ini adalah milikku, Rian!" Sahut Alea geram. Tak lama, pria itu berjalan mengambil sebuah berkas dan melemparnya ke hadapan Alea. “Lihat semua surat itu, siapa pemilik semua aset kamu sekarang.” Katanya dengan tersenyum licik. Segera Alea mengecek surat-surat itu, dan alangkah terkejutnya dia saat tersadar, bahwa semua asetnya kini berubah kepemilikan menjadi atas nama Rian. “Tidak….Tidak mungkin!” Alea menggeleng, kemudian menatap Rian, “Surat ini palsu! Aku tidak merasa mengalihkan asetku padamu!” Alea membuang suratnya. "Hahaha, biar aku bantu ingatkan. Waktu itu saat kamu sakit, aku meminta beberapa tanda tanganmu. Memangnya, kamu tak baca apa yang kamu tanda tangani, Alea?" tanya Rian kembali tertawa. Alea melongo, lalu tubuhnya terhuyung ke belakang. Waktu itu, suaminya memang pernah meminta tanda tangannya. Tapi yang ia ingat, suaminya sendiri yang bilang berkas yang ia tanda tangani adalah surat penebusan obat. Lagipula, saat itu Alea memang sangat sakit, sehingga untuk membaca isi surat pun, maniknya tak sanggup untuk bisa fokus. Tapi bisa-bisanya, sang suami memanfaatkan momen itu untuk mengelabuinya. Reaksi Alea membuat Rian tertawa, sekeras apapun Alea menyangkal, semua aset sudah kini teralihkan menjadi milik Rian. Sheryl turut mendekat dan masuk ke dalam debat Rian dan Alea. “Sudahlah, Mas. Jangan bicara panjang lebar lagi sama wanita miskin ini. Usir saja dia, lalu kita lanjut lagi percintaan panas kita.” Di depan Alea, Sherly meraba bidang datar Rian. “Kalian yang seharusnya pergi bukan aku!” Alea tetap bersikukuh. Geram, Rian segera menarik tangan Alea. Dengan tega, pria itu mendorong Alea dengan keras, dan mengusir wanita yang telah memberikan semua padanya, sementara Sheryl mengambil beberapa baju Alea dan melemparnya.“Biadab kalian!” sambil menangis, Alea memunguti bajunya yang berserakan di lantai.
Seolah tak puas, Rian mengambil ATM di dalam dompet Alea sebelum melemparnya ke Alea.
“Berikan ATM-ku, Rian, kumohon. Itu uang tabunganku, bukan uangmu!” Alea mencoba mengambil ATM-nya, namun Rian memberikannya pada Sheryl, dan kembali mendorong Alea menjauh.
“Isi dalam ATM ini juga jadi milikku, Alea.” Kata Rian sambil tertawa puas.
Mereka kemudian masuk ke dalam dan menutup pintu meninggalkan Alea di depan rumah yang bingung harus kemana.
“Kalian memang binatang!” Umpatan-umpatan Alea ucapkan.
Rian dan Sheryl hanya tertawa dari dalam rumah, tak ada rasa khawatir, apalagi iba sedikitpun padanya.
Kala talak sudah terucap, tubuh Alea mulai melemas. Percuma jika ia terus menghabiskan tenaganya, pria itu tak pernah mencintainya, dan hanya menargetkan harta Alea.
Tak punya pilihan lain, Alea lalu pergi dari rumahnya. Sepanjang jalan dia terus menangis, yang dia punya hanyalah beberapa puluh ribu uang di dalam tasnya. Lelah, Alea duduk di depan minimarket, sambil memainkan ponselnya. Saat membuka aplikasi chat miliknya, tak sengaja Alea membaca story temannya, yang bertuliskan butuh ART urgent.Dia terus menatap story itu. Lama Alea berpikir, agaknya pekerjaan ini yang cocok untuk dirinya saat ini. Mengingat dia tidak memiliki tempat tinggal.
“Memang lucu cara Tuhan mengatur takdir. Beberapa menit yang lalu, aku memiliki segalanya. Kini aku tak tahu harus apa, dan tiba-tiba, lowongan ART muncul begitu saja ..."ตอนที่ 9มีรุ่นพี่เข้ามาจีบ ปิดเทอมใหญ่หัวใจว้าวุ่นมีอยู่จริง! สีหน้า แววตา และคำพูดของเดือนฉายในคืนนั้นยังติดตรึง ถ้าไม่มีประโยคต่อท้ายที่ทำเอาคนฟังถึงกับกุมขมับคงคล้อยตามไปถึงไหนต่อไหน “ปฏิเสธเพื่อนเพราะจะไปกับผู้ น่าหมั่นไส้ว่ะ” มะลิจีบปากจีบคอพูดด้วยน้ำเสียงกระเซ้าเย้ยแหย่ “ว่าแต่ไปรู้จักกันตอนไหนวะ?” “เขาทักไอจีมา บอกว่าอยากทำความรู้จัก” “แล้วมึงก็ยอมคุยกับเขาง่าย ๆ เลยเหรอ” “ก็ไม่เชิง” ละสายตาจากหนังสือที่กำลังอ่าน เม้มริมฝีปากเข้าด้วยกันแน่นทอดสายตามองใบหน้ากายอย่างเอือม ๆ “เกือบ ๆ อาทิตย์ถึงยอมเปิดใจคุยน่ะ” “เล่นตัวเอาเรื่อง” “แน่นอน” “สรุปตกลงคบกันแล้ว?” บุคคลที่เอนหลังเอาขาพาดโต๊ะส่งเสียงขึ้นมา พลางหยิบหนังสือที่ใช้ปิดบังใบหน้าออกทอดสายตามองมาที่ฉันด้วยความว่างเปล่า “ยัง แค่คุย ๆ แล้วก็พึ่งนัดเจอกันคืนนี้แหละ” “ระวังบ้างก็ดี ไม่ใช่ใครทักหาและชวนไปไหนก็จะไปกับเขาเลย” หนังสือเล่มหนาเตอะถูกวางทับบนใบหน้าดังเดิม ส
ตอนที่ 8เราจะเป็นเพื่อนกันตลอดไป ต้นเดือนมีนาแรกเริ่มเข้าสู่ช่วงฤดูร้อน ในอดีตอาจจะใช่! แต่ไม่ใช่ในยุคปัจจุบันที่เริ่มเข้าหน้าร้อนตั้งแต่ปลายมกราคม หรืออาจจะเรียกว่าฤดูร้อนตลอดทั้งปีเพราะสภาพอากาศที่แปรเปลี่ยนไปอย่างมาก เราทั้งหมดตกลงสถานที่เที่ยวพักผ่อนหย่อนใจในช่วงปิดเทอม คือหมู่บ้านในหุบเขาที่มีจุดเด่นคือเหมืองหินติดชายแดนไทย-พม่า มีสภาพภูมิอากาศที่เย็นยะเยือกอยู่ตลอดปี แน่นอนว่าฉันเคยไปมาครั้งหนึ่งแต่เพราะเพื่อน ๆ ต่างลงความเห็นฉันจึงไม่ได้ติดขัดเพราะบรรยากาศในหุบเขาถือว่าใช้ได้เลยทีเดียว ระยะทางเกือบ 400 กิโลเมตรจากกรุงเทพมหานคร เดินทางผ่านเทือกเขาลำห้วยเพื่อพิชิตโค้งอันน่าหวาดเสียว อาจจะเป็นความฝันและความตื่นเต้นของนักบิดสายลุยหลายคน ...แต่ไม่ใช่สำหรับฉัน! รถยนต์มีกันทุกคนแต่เลือกขับมอเตอร์ไซค์เพื่อความตื่นเต้นและเร้าใจ “สีหน้าไอ้พายไม่สู้ดีเลย ไหวป่าววะ” กายเดินเข้ามาดูอาการของฉันที่นั่งสูดยาดมตราโป๊ยเซียนอยู่ม้านั่งทางเข้าห้องพัก “ไหวมั้ย เดี๋ยวจ่ายเงินค่าห้องเสร็จมึงนอนพักก่อนก็ได้นะ”
ตอนที่ 7ผีห่าซาตานเข้าสิง ทุกคนอึ้ง กรรมการอึ้ง เมื่อเดือนฉายพูดขึ้นมาด้วยสีหน้าเรียบเฉยระหว่างที่ยกแก้วเหล้าขึ้นดื่ม ฉันอ้าปากค้างเกือบหนึ่งนาทีเต็ม และพอเรียกสติกลับมาได้จึงยื่นแก้วของตัวเองไปตรงหน้า “มึงเอาจริงเหรอ” “เออ”“โอเค มึงบอกแบบนั้น กูก็ไม่อยากขัดศรัทธา ดีล!” กริ๊ง เสียงแก้วกระทบแก้วเป็นสัญญาณบ่งบอกว่าฉันกับเดือนฉายได้ทำสัญญากันขึ้น เกี่ยวกับการเป็นแฟนปลอม ๆ ที่ไม่รู้ว่าเรื่องนี้กลายมาเป็นบทสนทนาของเราทั้งสี่คนได้อย่างไร “แล้วเราจะรออะไรอยู่ล่ะค้าบ โชนแก้ววววว” ค่ำคืนนี้ยังอีกยาวไกล ต่างคนต่างยกแก้วขึ้นกระดกราวกับเครื่องดื่มที่อยู่ในแก้วนั้นไร้ซึ่งแอลกอฮอล์ กระดกดื่มราวกับน้ำเปล่าที่ต้องดื่มกินหลังจากที่กินข้าวเสร็จ ยิ่งดึกบรรยากาศที่ร้านยิ่งครึกครื้น นักท่องราตรีที่หลุดออกจากอีกร้านก็เริ่มทยอยเข้ามา ณ ร้านนั่งชิวแห่งนี้เนื่องจากเปิดถึงตี 4 โปรแรกผ่านไป โปรสองสาม สี่และห้าก็ผ่านมาเรื่อย ๆ กระทั่งรู้สึกว่าลิ้นเริ่มจะหวาน พูดจาไม่ค่อยรู้เรื่อง “มึง
ตอนที่ 6จำไม่ได้เหรอ?นานนับเดือนกว่าเดือนฉายจะโผล่หัวมาที่มหา’ลัย ให้เพื่อน ๆ และอาจารย์ในคณะได้เห็นหน้า จนเพื่อนบางคนในห้องคิดว่าเขาลาออกไปแล้ว แถมอาจารย์ที่เข้าสอนแต่ละวิชายังถามหาจนขี้เกียจตอบคำถาม…เพราะหายเข้ากลีบเมฆแบบไร้ร่องรอย“อ้าวเพื่อน…มึงยังมีชีวิตอยู่เหรอวะ”เสียงทักทายจาก ‘มะเดี่ยว’ เพื่อนร่วมชั้นเจ้าของสีผิวสีดำทมิฬ ชนิดที่คนอย่างฉันที่ไม่ค่อยมีสีผิวขาวนวลมากนัก ไปยืนเทียบข้างยังเหมือนกับช็อกโกแลตกับนมได้เลยทีเดียว เดือนฉายไม่ได้ตอบกลับมีเพียงริมฝีปากที่หยักยิ้มพร้อมมือที่ชูขึ้นมาทักทาย“กูก็นึกว่าลาออกไปแล้ว หายไปแบบไม่บอกไม่กล่าว” ตามมาด้วยสอง หัวหน้าห้องที่เดินเข้ามาทักทายด้วยสีหน้ายียวนตามแบบฉบับของหนุ่มอารมณ์ดี“กูก็อยากจะลาออกอยู่เหมือนกัน บางทีก็ขี้เกียจเรียน”“มึงก็พูดไป เรียน ๆ ไปเดี๋ยวก็จบเว้ย”“เออ”สองตบไหล่ของเดือนฉายเบา ๆ ก่อนจะหันมาส่งรอยยิ้มให้พวกเราทั้งสามคนที่นั่งทบทวนโจทย์สำหรับสอบปลายภาคอยู่ จากนั้นก็เดินกลับไปทิ้งตัวลงบนเก้าอี้ของตัวเองที่อยู่ถัดไปประมาณคืบนึง“หยุด!” ปากของกายอ้าค้างกลางอากาศในระหว่างที่กำลังจะขยับปากพูดอะไรบางอย่างกับเดือนฉาย “ก